Jadi Pembicara di Seminar, Aher:  Sistem Keterbukaan itu Tidak ada Monopoli

Sidoarjo, koranmemo.com – Mantan Gubernur Jawa Barat, Achmad Heryawan menekankan prinsip-prinsip ekonomi keislaman agar mampu diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya, yang berkenaan dengan prinsip ekonomi pasar berkeadilan.

Aher, sapaan akrabnya, menyampaikan hal tersebut saat menjadi pemateri studi ekonomi dan bisnis dalam tema “Membangun Pilar-pilar Ekonomi Islam Melalui Reformasi Birokrasi Pemerintahan” di Sidoarjo.

“Tidak ada monopoli, gambling, hingga keserakahan. Yang ada, pasar dibuka secara bebas dan bersaing  secara sehat,” ujarnya usai menjadi pemateri di Universitas Muhamadiyah Sidoarjo, Jumat, (13/07/ 2018) malam.

Cara tersebut jika terlaksana, imbuh pria lahir di Sukabumi ini, menjadikan seseorang memiliki prinsip-prinsip pasar bebas berkeadilan. “Ini kalau terlaksana maka akan menguntungkan. Karena sifatnya universal,” terangnya.

Menurutnya, pajak merupakan sistem distribusi perekonomian. Ketika masyarakat membayar pajak kepada negara, maka negara kan membagi-bagikan untuk kepentingan masyarakat. Pada saat yang sama, juga ada sistem distribusi.

“Baik untuk menjalankan administrasi negara, gaji pegawai, atau membangun infrastruktur. Yang mana semuanya mengarah kepada kepentingan masyarakat. Berbeda lagi dengan masyarakat yang notabene beragama Islam. Selain pajak, sebagai umat muslim juga ada yang namanya pemberian zakat setiap tahunnya. Zakat menurutnya, merupakan mekanisme agama yang lebih spesifik fungsinya untuk mendistribusikan kekayaan yang ada.

“Zakat dikumpulkan dan didistribusikan secara penuh. Tidak ada gaji PNS diambilkan dari zakat. Yang ada untuk fakir miskin, dan beberapa orang yang membutuhkan. Sehingga kaum dhuafa bisa menjadi berdaya,” tandasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date