Isak Tangis Sambut Kedatangan Jasad Pelajar SMPN 3 Srengat

Blitar, koranmemo.com – Suasana duka menyelimuti rumah Muji Slamet (39) dan Wiji Astuti (33) di Desa Kunir, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Kamis (11/1). Muji Slamet dan Wiji Astuti merupakan orangtua Aryang Wimuji Putra (15), siswa SMPN 3 Srengat yang bunuh diri terjun ke Sungai Brantas.

Puluhan pelayat terlihat berkumpul di depan rumah duka. Sejumlah guru dan teman sekolah Aryang juga terlihat datang ke rumah duka. Para guru dan siswa terlihat menggelar salat jenazah di depan jasad Aryang.

Kedua orangtuanya juga terlihat masih shock. Ibunya, berkali-kali jatuh pingsan saat mengetahui tubuh anak pertamanya dari tiga bersaudara sudah ditemukan.

Sejumlah kerabat terlihat menenangkannya. Begitu juga emosi ayahnya yang juga belum stabil. Saat guru dan teman sekolah Aryang datang ke rumah duka, emosi ayahnya kembali tidak stabil. Ayah Aryang tiba-tiba berteriak-teriak dan sambil mengerang-ngerang seperti orang kesurupan.

Suasana di rumah duka menjadi gaduh. Sejumlah keluarga dan pelayat langsung masuk ke rumah untuk menenangkan ayah korban. Ibu korban juga kembali menangis histeris. Melihat hal itu, warga sepakat segera memberangkatkan jenazah  ke tempat pemakaman umum.

Diketahui, jika jasad korban ditemukan tim Basarnas di tambangan Puma Ngunut Kabupaten Tulungagung sekitar pukul 06.00 WIB. Kondisi korban mengenaskan karena tubuh melepuh dan mengalami luka memar hampir sekujur tubuh akibat benturan benda keras di sungai.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.