Inilah Alternatif Memilih SMA Tahun Ini

Kediri, koranmemo.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) online untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dimulai beberapa hari lagi. Calon pendaftar bisa memahami bagaimana cara mendaftar agar tidak salah memilih sekolah yang saat ini pendaftarannya sudah menggunakan sistem zonasi.

PPDB online untuk SMA tahun ini hampir sama dengan tahun lalu, perbedaannya adalah jumlah zonasi yang lebih diperluas untuk mengantisipasi adanya kekurangan siswa. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana siswa yang berada di luar zona tapi ingin sekolah yang cukup jauh jangkauannya dengan rumahnya? Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan beberapa alternatif bagi para calon pendaftar.

“Maksimal pendaftaran tetap satu kali, dengan maksimal memilih 2 sekolah. Alternatifnya bagaimana? Pertama siswa bisa mendaftar sekolah pilihan pertama dalam zona dan pilihan kedua dalam zona, kedua siswa bisa mendaftar sekolah pertama di dalam zona pilihan kedua di luar zona, atau alternatif yang ketiga siswa bisa mendaftar pilihan pertama sekolah di luar zona dan pilihan kedua di dalam zona,” jelas Sidik Purnomo Kasi Pendidikan SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri.

Sidik menambahkan, tiga alternatif tersebut bisa dipilih oleh pendaftar dalam PPDB online tahun ini. Pada zonasi tersebut, tidak ada batasan Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Bahkan, siswa dari luar Kediri bisa mendaftar di Kediri dengan adanya sistem tersebut.

“Yang penting dalam mendaftar itu harus ada pilihan sekolah di dalam zonasi itu saja. Jadi, siswa kalau merasa nilainya cukup tidak apa-apa mendaftar di luar zona, tapi harus pahami kalau dari luar zona itu pagunya 10 persen dari total pagu yang ada,” jelas Sidik.

Sementara, untuk PPDB online SMA dan SMK dimulai tanggal 25 Mei dengan mengambil PIN di sekolah terdekat dari siswa. Pada tahun ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih tidak ada zonasi seperti tahun lalu, sehingga siswa yang ingin mendaftar di SMK Negeri mendapatkan keleluasaan memilih sekolah yang dituju.

“SMK tidak ada zonasinya, karena ini berkaitan dengan jurusan. Kalau dizonasikan ternyata rumah terdekat dari calon siswa ini tidak ada jurusan yang dia minati bagaiman? Jadi tetap tidak ada zonasi untuk SMK seperti tahun lalu,” tandas Sidik Purnomo.

Reporter : Zayyin Multazam

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date