Ini Modus Baru Copet di Dalam Angkot

Surabaya, koranmemo.com –  Ada saja cara Muhammad Rofik (38) copet di dalam angkot yang berhasil diamankan anggota Polantas Tanjung Perak Surabaya. Saat beraksi pelaku pura-pura hendak muntah.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si menjelaskan, tersangka Muhammad Rofik (38), kini diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak setelah melakukan aksinya copet terhadap penumpang angkot. Sementara satu rekan Rofik berinisial SLM masih ditetapkan sebagai Data Pencarian Orang (DPO) atau buron.“Yang pasti DPO SLM tetap kami buru keberadaannya. Dan akan terus berupaya untuk menangkap,” katanya saat didampingi Kasat Lantas AKP Didik Sugiarto, S.H., bersama Kasat Reskrim AKP Tinton Yudha Riambodo, S.H., S.I.K., dan Kasubbag Humas AKP Sugiati, Kamis (9/8/2018).

Dijelaskan, terungkapnya aksi Rofik warga Jalan DKA Tegal Wonokromo Surabaya ini, bermula saat korbannya Didik (35), telah menumpang angkot dari Teluk Lamong dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ketika angkot tiba di sekitar kawasan Jalan Kalianak tersebut, tiba-tiba korban Didik ini dipepet oleh salah satu penumpang yang belakangan diketahui pelaku SLM.

Saat itu, korban Didik pun mencoba bersikap sopan. Dia berpindah tempat duduk, guna memberi kesempatan orang yang memepetnya agar duduk lebih leluasa. Namun, baru saja Didik kembali duduk di tampat yang baru, orang yang ada di depannya yang tak lain adalah pelaku Rofik, tiba-tiba menubruknya.

Pelaku (Rofik,red) saat itu berpura-pura ingin muntah dan berakting ingin membuang muntahan di mulutnya ke jendela angkot yang ada di belakang Didik. Saat itu dengan kecepatan tangannya, Rofik ini telah berhasil mendapatkan ponsel yang sebelumnya disimpan di dalam tas ransel yang diletakkan di pangkuan Didik,” terangnya kepada wartawan koranmemo.com.

Tidak lama setelah itu lanjutnya Agus, DPO SLM turun dari angkot. Didik pun akhirnya pindah ke tempat duduk sebelumnya yang berada di bagian pojok belakang.

“Korban baru menyadari ponselnya sudah raib, saat dia mau menelepon, selang sekitar 100 meter dari tempat SLM turun. Waktu dia mencari-cari ponselnya ternyata sudah tidak ada,” sambungnya Kapolres.

Korban Didik yang sebelumnya sudah curiga, dengan gelagat pelaku Rofik dan DPO SLM, merasa yakin bahwa kedua orang itulah yang telah mengambil ponsel handphonenya.

“Dengan bahasa yang sopan, korban meminta Rofik membuka isi tasnya. Disitu, korban mencari ponselnya tetapi tidak ada. Namun dia menemukan ada dua HP dan jaket di dalam tas tersangka Rofik itu,” ujarnya.

Temuan dua buah ponsel ini membuat korban semakin yakin bahwa Rofik adalah orang yang telah mencopet ponsel miliknya. “Sempat terjadi percek-cokan. Tersangka tetap bersikukuh tidak tahu dimana ponsel korban. Akhirnya korban pun turun dan meminta sopir untuk berhenti buat memeriksa lyn. Disitu, tiba-tiba tersangka kabur dan dikejar oleh korban, sampai akhirnya ditangkap anggota Satlantas yang sedang berpatroli,” ungkapnya Kapolres.

Setelah tersangka ditangkap sambungnya, tersangka pun mengaku bahwa ponsel HP milik korban diselipkannya di belakang tempat duduk sopir.

“Korban akhirnya menemukan HPnya. Setelah itu dia membuat laporan resmi ke SPKT Polres Tanjung Perak, untuk selanjutnya  memproses Rofik sesuai sanksi hukuman yang berlaku,” jelas Kapolres.

Reporter: M. Fauzi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date