Ini Kunci Hendra/Ahsan Bisa Juara di All England 2019

Inggris, koranmemo.comGelar juara ganda putra di All England 2019 masih jadi milik Indonesia setelah pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil memenangkan partai final melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), dengan skor 11-21, 21-14, 21-12.

Gelar ini sangat berarti, karena ganda putra andalan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sudah harus hengkang di babak pertama. Namun hasil juara tidak diperoleh The Daddies dengan kondisi yang prima mengingat Hendra mengalami cedera di babak semifinal.

Namun dalam kondisi yang tidak seratus persen, Hendra/Ahsan mampu menepis keraguan publik akan performa mereka di final.

“Saya fokus ke pertandingan hari ini, sebisa mungkin nggak mikirin kaki saya. Sakitnya masih terasa, tapi lebih baik dari kemarin. Motivasinya harus tinggi, ini partai final dan di All England, kami nggak mau kalah begitu saja,” ujar Hendra setelah pertandingan seperti dilansir situs resmi PBSI, Minggu (10/3).

Dikatakan, kunci kemenangannnya adalah fight, tetap semangat dan menjalankan strategi dengan pengalaman kami. “Dalam keadaan tertekan, kami tetap tenang. Kalaupun kalah kami harus beri perlawanan, harus bisa semaksimal mungkin, dan alhamudlilah kami bisa melalui itu,” kata Ahsan setelah pertandingan.

Ini adalah sukses kedua yang diperoleh pasangan senior Indonesia  itu. Hendra/Ahsan pada tahun 2014 juga meraih gelar All England. “Bedanya gelar 2014 dengan yang sekarang bedanya di umur. Dulu muda, sekarang belum terlalu tua, ha ha. Sekarang pemain muda banyak yang kuat-kuat. Kami hanya bisa fokus, bisa gunakan pengalaman, itu berguna,” ujar Ahsan.

Hal yang sama disampaikan Hendra Setiawan. “Sama dengan Ahsan, yang 2014 dan ini bedanya di umur. Pasti ada rasa spesial, ini turnamen paling tua, bergengsi, senang bisa juara di sini lagi,” tambah Hendra.

Keberhasilan Hendra/Ahsan membuat Indonesia berhasil menyambung tradisi gelar All England yang tak terputus sejak tahun 2016. Pada tahun 2016, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menjadi juara, dilanjutkan dengan pasangan ganda putra Kevin/Marcus pada tahun 2017 dan 2018. Pada tahun 2012, 2013 dan 2014, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengukir sejarah dengan mencetak gelar hat-trick.

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date