Ini Dia 4 Fakta Tentang Game Legendaris ‘Tetris’

Koranmemo.com – Siapa generasi 90-an yang tidak mengenal game legendaris bernama Tetris.  Game yang memadu-padankan berbagai bentuk agar bisa menjadi satu baris tersebut, Juni tahun ini genap berusia 34 tahun.  Jika saat ini kita memainkan game ini lagi, pasti rasa panik saat layar hampir penuh terisi masih terasa.  Bisa jadi, kita akan berteriak saat layar menunjukkan dua kata, ‘Game Over’, sama seperti saat kita memainkan game ini dulu.

Game ini memang menyenangkan.  Cara bermainnya pun juga sederhana.  Namun siapa sangka, perjalanan game ini tidak semudah kita menyusun balok-balok di dalam game-nya.  Berikut beberapa fakta perjalanan game ini dari awal dibuat sampai saat ini.

  1. Game Ini Ternyata Dibuat di Rusia

Pada tahun 1984, seorang ilmuwan asal Rusia, Alexey Pajitnov mengembangkan versi pertama Tetris di Electronika 60, sebuah komputer terminal buatan Rusia, saat Pajitnob bekerja di Soviet Academy of Sciences.  Menurut penuturannya, dilansir dari Business Insider, Pajitnov memang sudah menyukai puzzle sejak dia masih kecil.  Maka dari itu, dia menciptakan game Tetris berdasarkan game puzzle bernama Pentomino.  Siapa sangka, game yang dia kembangkan tersebut menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia.

Pada tahun 1988, game ini ditemukan oleh Henk Rogers, seorang penerbit game di Amerika Serikat.  Awalnya, dia merasa game ini terlalu sederhana dan tidak seru.  Namun pada akhirnya dia menemukan dirinya ketagihan bermain game tersebut.  Sejak saat itulah game Tetris mulai mendunia.

  1. Sempat Jadi Rebutan

Kendati pengembang pertama game ini memang Pajitnov yang berasal dari Rusia, namun pada saat itu game Tetris masih belum didistribusikan di bawah satu bendera perusahaan game.  Akibatnya, pada tahun 1989, setelah game ini mendunia, perusahaan game di dunia mulai berebutan untuk mengklaim hak cipta dan distribusi Tetris untuk komputer.  Perusahaan-perusahaan ini bahkan mendistribusikannya tanpa sepengetahuan kementerian Rusia, yang sebenarnya memiliki hak penuh atas game ini.

Sampai akhirnya, kesabaran Kementerian Rusia sudah habis. Kementerian Rusia akhirnya memutuskan untuk memasarkan hak distribusi Tetris lewat sebuah organisasi bernama Elorg.  Dan seperti yang bisa kita lihat sampai sekarang, perusahaan Atari Games mempunyai hak distribusi untuk versi arcade dan Nintendo mempunyai hak untuk versi console dan hanheld (gembot).

Kendati demikian, pihak Akari masih belum terima dengan keputusan tersebut.  Mereka tetap mendistribusikan Tetris lewat game console yang mereka miliki.  Akibatnya, Nintendo yang memiliki hak atas game console menuntut Akari, yang akhirnya dimenangkan oleh Nintendo.

Di tangan perusahaan pengembangan game milik Henk Roger, Bullet-Proof Software dan didistribusikan oleh Nintendo, Tetris semakin berjaya.

  1. Bersaing Dengan Super Mario Bross

Saat Rogers pergi ke Moscow untuk mendapatkan hak pengembangan game Tetris pada tahun 1988, Rogers mendadak mendapatkan ide untuk membuat game Tetris tidak hanya untuk console atau arcade, namun juga versi handheld-nya, atau yang lebih kita kenal dengan istilah game boy atau gembot.  Dia berusaha meyakinkan CEO Nintendo Amerika, Minoru Arakawa untuk membuat versi gembot Tetris daripada game buatan perusahaannya sendiri, Super Mario Bros.

Dia mengatakan kepada Arakawa, ‘Jika anda ingin anak-anak kecil membeli produkmu, silakan masukkan Mario.  Tapi jika anda ingin semua orang membeli produkmu, masukkan Tetris.’ Menurut Rogers, kesederhanaan Tetris adalah kunci utama mengapa Tetris begitu digemari oleh masyarakat dari segala rentang usia.

“Tetris adalah game bentuk-bentuk sederhana.  Tidak ada orang yang tidak menyukai bentuk kotak atau bulat.  Di sisi lain, ada orang yang tidak menyukai karakter Mario atau Mickey Mouse.  Kesenangan meletakkan balok-balok untuk membentuk sesuatu adalah suatu kepuasaan yang pasti semua orang miliki sadar atau tidak sadar.  Tetris mengenai tepat pada titik kepuasan itu,” ujar Rogers.

Setelah game boy Tetris meluncur, Tetris berhasil menjual lebih dari 35 juta mesin hanya dalam waktu singkat.  Sejak saat itu Tetris menjadi salah satu video game terlaris sepanjang masa bahkan sampai saat ini.  Tetris telah dirilis di lebih dari 50 platform, di-translate ke lebih dari 50 bahasa dan dimainkan di lebih dari 185 negara.  Tercatat, saat ini Tetris sudah terjual lebih dari 170 juta copy.

  1. Bahkan Penciptanya pun Masih Suka Bermain Tetris

Pajitnov selaku penciptanya mengaku masih suka bermain Tetris sampai saat ini.  Meskipun sudah tidak sesering dulu, namun dia selalu meluangkan waktunya untuk mencoba berbagai macam versi Tetris yang ada saat ini.  Selain itu kesenangannya sendiri, dia juga ingin memastikan esensi dari Tetris buatannya masih ada di versi-versi baru tersebut.  “Saya lega game ini masih dicintai oleh banyak orang,” ujarnya.

Sementara Rogers mengaku bisa memainkan game ini selama berjam-jam, karena memang sejak menemukan game ini dulu, dia sudah jatuh cinta.

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date