Ini Dampak Balon Udara Liar Yang Diterbangkan Warga

Trenggalek, Koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek memusnahkan 21 balon udara ‘liar’ di Mapolres Trenggalek, Kamis (13/6). Balon udara yang dimusnahkan itu adalah hasil sitaan dari sebagian masyarakat yang tetap nekad menerbangkan tanpa memperhatikan faktor keamanan. Hasilnya, beberapa balon udara yang diterbangkan tanpa kendali menyangkut di jaringan PLN sehingga menyebabkan pemadaman.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, setidaknya tiga balon udara berukuran jumbo dilaporkan tersangkut di beberapa jaringan kabel listrik PLN. Akibatnya, terjadi pemadaman beberapa saat di sejumlah wilayah. Misalnya di wilayah Kecamatan Durenan, tepatnya di sekitar Jalan Raya Trenggalek-Tulungagung.

“Akibat balon udara itu sempat dilakukan pemadaman. Dampaknya pada konsumen, sekitar wilayah Durenan dan Gandusari. Begitu juga di wilayah Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, ada dua kasus (balon nyangkut,red),” kata Tomijan, Petugas PLN UPT Madiun dalam saat menghadiri pemusnahan balon udara sitaan di Mapolres Trenggalek.

Balon udara yang diterbangkan tanpa kendali itu menyangkut di Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet), sehingga secara otomatis mempengaruhi saluran listrik tegangan yang lebih rendah. Tak hanya menyangkut di Sutet, balon udara yang berhasil diterbangkan itu sempat mendarat di kawasan hutan di wilayah Desa Timahan. Namun saat mendarat api sudah padam.

“Dampak lainnya bisa memicu terjadinya kebakaran, baik di hutan maupun di rumah warga. Karena tanpa kendali, berbeda dengan festival,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S. Dia menyebut festival balon udara menjadi alternatif untuk menjaga tradisi, namun tidak mengganggu jalur penerbangan. Karena balon ditali dengan ketinggian tertentu.

Untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, Polres Trenggalek sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun upaya pencegahan itu tak senuhnya berhasil, karena sebagian warga tetap nekad melestarikan tradisi balon udara sebagai ungkapan suka cita perayaan lebaran kupatan.

“Yang dimusnahkan ada 21 balon. Ada yang kami amankan dari warga saat hendak diterbangkan dan ada juga yang sudah diterbangkan. Kami menemukan hampir di seluruh kecamatan, misalnya Durenan, Gandusari, Pogalan dan lainnya. Kami mohon kepada masyarakat untuk kerja samanya,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date