Ini Aksi EWBF Menggalang Dana Untuk Korban Gempa & Tsunami Sulteng

Tulungagung, koranmemo.com – Pasca terjadinya gempa dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), membuat sejumlah pemuda yang tergabung dalam everything will be fine (EWBF) Barbershop Kabupaten Tulungagung, Selasa (2/10) sore, melakukan gerakan solidaritas penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami, melalui cara potong rambut dengan membayar secara suka rela (seikhlasnya).

Dari pantauan koranmemo.com, aksi solidaritas tersebut tidak hanya diikuti oleh komunitas babershop, melainkan komunitas pecinta kopi, serta komunitas musik jazz Tulungagung. Yang mana, hasil penjualan minuman dari kedai limang kopi Tulungagung akan didonasikan kepada para korban gempa dan tsunami.Sejumlah pengunjung datang silih berganti, ada yang datang untuk merapikan rambut atau hanya sekedar menikmati minuman di kedai kopi, dan dihibur dengan alunan musik dari komunitas jazz Tulungagung.

Yoga Aptian Fani salah satu anggota komunitas babershop mengatakan kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian pemuda terhadap para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. “Dengan mengandalkan kemampuan yang dimiliki oleh masing – masing anggota komuitas, kita mencoba melakukan penggalangan dana,” ungkapnya.

Boge sapaan akrab Yoga Aptian Fani menuturkan, seperti yang dilakukan oleh komunitas babershop, dirinya melayani seseorang yang memanfaatkan jasanya untuk merapikan rambut. Yang biasanya dirinya mematok dengan harga normal sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu. Namun, khusus pada aksi ini, dirinya merelakan kepada konsumen untuk membayar secara sukarela.

“Kami persilahkan mereka untuk membayar secara sukarela, dengan mendapatkan pelayanan pangkas rambut dari kami,” tuturnya.

Boge menambahkan, dana yang sudah terkumpul ini nantinya akan disalurkan melalui transfer ke rekening yang sudah disediakan di media. Kata Boge, dengan adanya aksi solidaritas penggalangan dana ini, dapat menggugah sesama komunitas babershop di Tulungagung untuk melakukan aksi yang sama. “Kita nanti bisa transfer ke bank swasta atau negeri dalam penyalurannya. Semoga bantuan dari kami dapat bermanfaat,” pungkasnya.

Sementara itu Abdurahman Ali salah satu konsumen yang memanfaatkan adanya aksi potong rambut dengan bayar sukarela itu mengatakan, selain dengan tujuan untuk merapikan rambutnya yang sudah cukup panjang, dirinya juga berkesempatan untuk beramal. “Disini selain mendapatkan rambut yang rapi, juga bisa beramal untuk saudara kita yang di Palu dan Donggala yang tekena musibah,” tambahnya.

Reporter Denny Trisdianto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date