Ini 3 Film Rano Karno yang Dibuat Ulang! Pilih yang Mana?

Koranmemo.com-Rano Karno adalah salah satu aktor kawakan Indonesia yang filmografinya sudah tidak perlu diragukan lagu.  Sejak memulai debutnya di usia 11 tahun dengan film Malin Kundang (1971), pria kelahiran 8 Oktober 1960 tersebut setiap tahun selalu sibuk wara wiri di layar bioskop.  Kendati sekarang sudah jarang terjun ke dunia seni peran lagi, namun film-filmnya terdahulu tetap membekas di hati para penggemarnya.  Makanya tidak heran jika beberapa film dari Rano Karno ini dibuat ulang dengan pemain yang berbeda dan cerita yang disesuaikan dengan era millenial.  Apa saja filmnya?

  1. Gita Cinta Dari SMA (1979)

Film ini adalah salah satu film yang mengangkat nama Rano Karno ketika dia berusia remaja.  Penampilannya bersama Yessy Gusman yang  meyakinkan, sukses membuat keduanya menjadi remaja idola pada zamannya.  Gita Cinta Dari SMA menceritakan tentang sepasang anak SMA bernama Galih dan Ratna.  Keduanya sama-sama siswa teladan di sekolah dan sama-sama diidolakan oleh para murid di sekolah mereka.

Berkat keberanian Ratna untuk mengajak Galih berkenalah terlebih dahulu, akhirnya keduanya menjadi semakin dekat  dan akhirnya saling jatuh cinta.  Sayangnya, hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari ayah Ratna.  Alasannya, strata sosial mereka yang berbeda dan Galih adalah keturunan Sunda, sementara Ratna adalah keturunan Jawa.  Ayah Ratna ingin menjodohkan Ratna dengan seorang pria keturunan Jawa yang saat itu kuliah di UGM.  Bagaimana akhir dari kisah cinta mereka di film ini?  Akhirnya mereka berpisah, namun dipertemukan lagi di sekuel film ini, yakni Puspa Indah Taman Hati yang diproduksi di tahun yang sama.

Sekarang mari kita bahas film remake-nya, yang berjudul Galih dan Ratna (2017).  Galih diperankan oleh Refal Hady, sementara Ratna diperankan oleh Sheryl Sheinafia.  Tentu saja, berbeda dengan film aslinya yang jadul, Galih dan  Ratna di era milenial ini sangat modern.  Kecuali mungkin Galih, yang masih hobi mendengarkan musik dari walkman dan bersikeras untuk melanjutkan usaha ayahnya berjualan kaset tape meskipun sudah tidak lagi menguntungkan. Ratna di sini juga berdandan lebih modern, dan di sini dia tidak hanya murid teladan, namun seorang penulis lagu yang handal.

Meskipun latar cerita dan plotnya sudah berbeda dari versi aslinya, namun sutradara film ini, Lucky Kuswandi tetap mempertahankan karakter asli dari kedua tokoh utama seperti yang digambarkan oleh sutradara terdahulu, Arizal.  Galih versi Rano Karno dan Galih versi Refal Hady tetaplah pemuda yang berbakti kepada orang tua, sopan, pintar dan menghormati wanita.  Sementara Ratna versi Yessy Gusman dan Ratna versi Sheryl juga tetaplah gadis yang baik hati, hangat, pemberani, tidak materialistis dan menerima Galih apa adanya.

 

  1. Arini, Masih Ada Kereta yang Lewat (1987)

Film ini sebenarnya diangkat dari novel karangan Mira W. dengan judul yang sama.  Film ini termasuk fenomenal pada zamannya karena berani mengangkat cerita cinta beda usia yang terpaut jauh.  Arini adalah seorang wanita karir sukses berusia 38 tahun yang menjalin hubungan dengan seorang pemuda bernama Nick yang usianya terpaut 10 tahun darinya.  Arini diperankan oleh aktris senior Widyawati sementara Nick diperankan oleh Rano Karno.  Keduanya dipertemukan di Amerika Serikat, tempat Arini memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya.

Nick yang penasaran dengan Arini terus berusaha mendekatinya sampai pada akhirnya, Arini pun luluh, dan mereka berdua pun menjalin hubungan yang lebih serius.  Tentu saja, yang menjadi permasalahan di sini adalah jarak usia mereka yang terpaut jauh.  Namun pada akhirnya, cinta memang tidak memandang usia bukan?

Berbeda dengan Gita Cinta Dari SMA yang merupakan film remake, Arini adalah film reboot.  Bedanya, jika film remake, maka penulis naskah dan sutradara bisa mengganti keseluruhan cerita namun tetap mempertahankan nama-nama tokoh.  Namun jika film reboot, ceritanya tetap sama namun interpretasinya yang berbeda.  Terlebih film ini mengacu pada sebuah novel. Jadi, alurnya tidak bisa diganti.

Arini versi Aura Kasih dengan Arini versi Widyawati tidak mempunyai banyak perbedaan.  Demikian pula Nick versi Rano Karno dan Nick versi Morgan Oey.  Keduanya tetap Nick yang mencintai Arini tanpa memandang usia, dan Arini pun tetap Arini yang dari luar terlihat dingin namun di dalam hatinya sebenarnya menyimpan luka yang mendalam tentang cinta.

Perbedaannya hanya pada setting tempat.  Versi lama menggunakan latar belakang Amerika Serikat, sementara versi baru menggunakan latar belakang Jerman dan Yogyakarta.  Selebihnya?  Penonton seolah dibawa lagi melihat kisah Arini dengan pemeran yang berbeda.

  1. Roman Picisan (1980)

Tidak semua film Rano Karno yang bergenre romantis itu sedih.  Masih ada film Rano Karno yang romantis, manis dan membuat gemas.  Salah satunya adalah Roman Picisan yang diproduksi pada tahun 1980.  Roman picisan menceritakan tentang seorang pemuda asal Medan bernama Roman.  Roman terkenal di sekolahnya karena sering dimintai tolong membuatkan surat  cinta, sampai-sampai dijuluki Roman Picisan.  Suatu hari, Roman jatuh hati dengan adik kelasnya bernama Wulandari yang diperankan oleh Lydia Kandou.

Roman berusaha mendapatkan hati Wulan, namun justru sikap Roman tersebut membuat Wulan kesal dan membenci Roman.  Namun kesabaran Roman mendekati Wulan akhirnya membuahkan hasil.  Wulan pun membalas perasaan Roman.

Secara garis besar, begitulah alur cerita Roman Picisan yang pada tahun 2017 lalu di-remake ke dalam bentuk serial yang ditayangkan di salah satu televisi swasta di Indonesia.  Roman diperankan oleh aktor muda Arbani Yazis dan Wulan diperankan oleh aktris muda Adinda Azani.

Yang namanya sinetron, tentu saja cerita menjadi lebih berkembang dan banyak tokoh-tokoh yang ditambahkan agar cerita bisa menjadi lebih hidup.  Setelah sinetron tersebut berakhir, tahun ini Roman Picisan dengan pemeran yang sama masuk ke layar bioskop.  Ceritanya tidak lagi dimulai dari awal pertemuan Roman dan Wulan, namun lebih ke melanjutkan apa yang masih belum selesai di sinetron tersebut, termasuk meluruskan kisah cinta Roman dan Wulan.  Jadi, bagi yang tidak pernah nonton sinetronnya, diharap tidak bingung ketika nonton filmnya yak?

Editor: Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date