Inflasi Kota Kediri Terendah Tomat Menjadi Penekannya

Kediri, Koranmemo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri merilis tingkat inflasi Kota Kediri di Kantor BPS Jl Penanggungan. Data BPS menyebutkan seluruh daerah di Jawa Timur (Jatim) termasuk Kota Kediri mengalami inflasi. Salah satu faktor utama adalah melambungnya harga beras pada beberapa minggu terakhir.

Adi Wijaya, Kepala Seksi Statistik dan Distribusi BPS Kota Kediri, Jumat (2/2), mengatakan, Kota Kediri mengalami inflasi terendah, dengan angka 0,14 persen. Kemudian posisi inflasi tertinggi adalah Kabupten Banyuwangi dengan angka 0,70 persen.

“Karena beras merupakan bahan pokok, maka di seluruh wilayah pasti mengalami inflasi. Kalau untuk rendahnya inflasi di Kota Kediri merupakan tekanan dari sayur dan buah-buahan. Tomat sayur yang beberapa bulan lalu menjadi penyunbang inflasi kini justru mejadi penekan inflasi,” tukasnya.

Komoditas beras premium yang melonjak harga sejak akhir 2017, tak kunjung menunjukkan penurunan. Hal tersebut disebabkan musim hujan yang kini berada pada puncaknya, yaitu Januari hingga pertengahan Februari 2018.

Pada posisi sepuluh besar penyumbang inflasi, beras berada di posisi ketiga sebesar dengan andil 0,05 persen.“Harga beras premium mencapai Rp 13 ribu perkilogramnya,” imbuhnya.

Sementara untuk Februari ini yang patut diwaspadai tetap pada ketersdiaan beras. Sebab pada musim penghujan beberapa bahan makanan berisiko mengalami gagal panen. “Kemungkinan akan turun kembali setelah panen raya pada pertengahan Februari sampai Maret,” pungkas Adi.

Sedangkan posisi pertama sepuluh besar, daging ayam ras juga menjadi penyumbang inflasi, 0,088 perse, setelah  awal Januari lalu melonjak harganya karena bayaknya permintaan untuk menyelenggarakan hajatan warga.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.