Inflasi Kota Kediri Capai 0,20 persen, Ada Apa?

Kediri, koranmemo.com – Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, September ini, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,17 dibanding dengan IHK bulan Agustus tahun 2018 sebesar 127,91. Ada 8 kota IHK di Jawa Timur (Jatim). Dari tiga kota yang mengalami inflasi, tertinggi dialami Kota Kediri. Sedangkan lima kota yang lain mengalami deflasi, dan Kabupaten Banyuwangi mengalami deflasi paling tinggi sebesar 0,49 persen.

Menurut Ellyn T. Brahmana, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, melalui Erma, staf nerwilis, inflasi di Kota Kediri masih dianggap normal sehingga tidak mengakibatkan kenaikan harga yang signifikan. Inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan dan penurunan IHK dari beberapa kelompok pengeluaran.

“Kelompok bahan makanan turun sebesar 0,86 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau cenderung naik sebesar 0,63 persen. Harga sering berubah, terkadang karena persediaan yang melimpah ataupun perubahan perilaku konsumen (masyarakat) di Kota Kediri,” tuturnya, Kediri (2/10).

Kelompok pengeluaran lain yang mengalami kenaikan seperti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen. Kelompok sandang naik sebesar 0,21 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik sebesar 3 persen. Namun untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan masih stabil.

Selain itu, komoditas penyumbang terbesar inflasi di Kota Kediri pada bulan September 2018 adalah biaya sekolah menengah atas (SMA), biaya perguruan tinggi, beras, dan rokok kretek filter. “Jika dilihat kembali, setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB), banyak masyarakat (orang tua) di Kota Kediri mengeluarkan biaya untuk keperluan sekolah anaknya,” sahut Erma.

Ditambahkan, inflasi di kota Kediri jika dilihat dari inflasi tahun kalender bulan September sebesar 1,10 persen, sedangkan inflasi periode ‘year on year’ (YoY) terhadap bulan September tahun 2017 mencapai 1,65 persen.

Komoditas pasar juga ikut memberikan tekanan besar terhadap inflasi bulan September diantaranya ketimun, telur ayam ras, cabai merah, tahu, bawang merah dan daging ayam ras. “Kenaikan harga tidak serta merta melonjak. Meskipun sedikit, tapi itu juga mempengaruhi IHK. Namun harga komoditas masih dinilai normal,” tandasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date