Imunisasi Gelombang Dua Mulai Dilakukan

*Memutus Persebaran Wabah Difteri

Kediri, koranmemo.com – Imunisasi difteri gelombang dua di Kota Kediri mulai dilakukan. Hingga saat ini, sebanyak 290 anak sudah mendapatkan imunisasi yang rencananya dilakukan sebanyak tiga gelombang. Imunisasi yang dilakukan sebagai upaya memutus persebaran wabah difteri itu ditargetkan rampung pada akhir Agustus mendatang.

Yuni Ulifah, Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri mengatakan, imunisasi ini dilakukan secara serentak pasca Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menetapkan kejadian luar biasa (KLB) di awal tahun akan dilakukan secara bertahap. Imunisasi gelombang dua dimulai Senin (2/7).

“Selain dilaksanakan di posyandu masing-masing, nantinya juga akan dilakukan di sekolah. Sasarannya usia anak 1 hingga 19 tahun,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/7).

Sejauh ini, Yuni menyebut, dua dari sembilan puskesmas di Kota Kediri sudah mulai melaksanakan imunisasi tersebut. Nantinya, sembilan puskesmas yang tersebar di tiga kecamatan akan melakukan imunisasi secara menyeluruh.

“Ada yang sudah mulai kemarin, dua puskesmas. Ada yang tanggal 5, ada yang minggu depan. Jadi jadwalnya menyesuaikan pelaksanaan di masing-masing puskesmas. Di posyandu juga ada,” jelasnya.

Untuk saat ini, memang baru 290 anak usia 1 hingga 19 tahun ysng sudah mendapatkan imunisasi tersebut. Yuni mengakui, angka itu masih selisih jauh ketimbang data riil di lapangan. “Baru dua hari. Nanti bertahap. Itu cakupannya masih 0,37 persen, jadi memang masih kecil sekali karena baru di mulai. Proyeksi kami sebanyak 77.947 anak dan data riilnya sebanyak 113.086 anak. Akhir Agustus kami targetkan rampung termasuk di sekolah-sekolah,” kata Yuni.

Yuni menambahkan, pelaksanaan imunisasi di sekolah nantinya menyesuaikan jadwal masuk peserta didik di tahun ajaran 2018/2019. Selain menggelar imunisasi di lingkungan masyarakat, imunisasi secara ORI juga dilakukan di lembaga pendidikan. “Justru persentasenya malah banyak yang di lingkungan sekolah, karena memang menyasar usia 1 hingga 19 tahun. Sekitar November hingga Desember nanti imunisasi gelombang tiga,” ujarnya.

Tingkat antusias dan kepedulian masyarakat terhadap program ini diyakini bakal meningkat. Kesadaran yang tinggi itu lantaran sosialisasi yang terus dilakukan menjelang pelaksanaan. Nantinya, jika ada warga yang menolak pasca diberikan sosialisasi harus membuat surat pernyataan tertulis. “Nanti kami lakukan sweeping. Kalau ada yang menolak harus membuat pernyataan. Sejauh ini belum ada penolakan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, imunisasi untuk memutus wabah difteri pasca KLB yang ditetapkan Pemprov Jatim di awal tahun dilaksanakan sebanyak tiga kali. Gelombang pertama dilakukan pada Februari-Maret dan gelombang tiga dilaksanakan pada November-Desember mendatang. KLB itu ditetapkan setelah sebanyak 14 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur terindikasi wabah difteri. (adv/pemkotkediri)

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date