IJS Berharap OJK Tegur BPR

9sif849u copyKediri, Memo-Indonesia Justice Society (IJS) Kota Kediri menginginkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menegur BPR Kota Kediri terkait masalah Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimiliki pihak BPR.

Hal itu diinginkan IJS karena SOP BPR Kota Kediri dinilai sudah lemah dan sudah merugikan salah satu nasabah. Sehingga Mahbuba, yang menjadi kuasa nasabah tersebut melaporkan pihak BPR ke OJK Kediri pada Kamis (11/9) lalu.

Bahkan apabila pihak OJK yang kapasitasnya melakukan pengawasan setiap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan maupun jasa pembiayaan terkesan lamban, maka pihaknya tak segan-segan untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

“Kami sudah laporkan SOP BPR ke OJK terkait masalah yang dilakukan BPR kepada nasabahnya yakni Sunarto Sastroadmojo. Dan kami ingin BPR segera dapat teguran dan sanksi dari OJK. Sebab hal seperti ini agar tidak terjadi lagi kepada nasabah lainnya,” ungkap Mahbuba, Ketua IJS Kota Kediri.

Seperti berita sebelumnya,Sunarto Sastroadmojo, nasabah BPR Kota Kediri melalui kuasanya Moch Mahbuba, Ketua Indonesian Justice Society (IJS) Kota Kediri mengungkapkan kekecewaannya terhadap standard operating prosedur (SOP) BPR Kota Kediri.

Pihak BPR Kota dianggap tidak mengutamakan keamanan jaminan milik nasabahnya sehingga justru jaminan kredit diberikan pada orang yang bukan pemiliknya.

Bahkan saat Sunarto mendesak pihak bank untuk memberitahu siapa yang melakukan pelunasan dan pengambilan jaminan tanpa adanya persetujuan dirinya, pihak bank justru enggan memberikan penjelasan rinci terkait masalah tersebut. Itulah yang membuatnya kecewa terhadap SOP yang dijalankan BPR Kota Kediri.(can)

Follow Untuk Berita Up to Date