Hujan Deras, Trenggalek Dikepung Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Trenggalek, koranmemo.com – Hujan deras yang mengguyur di Kabupaten Trenggalek sejak Minggu (15/10) sekitar pukul 17.00 WIB hingga Senin (16/10) dini hari mengakibat bencana banjir dan tanah longsor.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, sedikitnya empat kecamatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor,  yakni Kecamatan Munjungan, Panggul, Kampak dan Kecamatan Dongko.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akibat intensitas hujan cukup tinggi.  Akibatnya tanggul sungai tak dapat menahan beban air sungai, sehingga terjadi banjir sampai masuk ke pemukiman warga. Selain itu juga menyebabkan bencana longsor.

“Hingga saat ini, tidak ada informasi adanya korban jiwa, namun untuk nilai kerugian yang terkena dampak bencana masih di dalami oleh anggota dilapangan,’’ jelas Donny, Senin (19/10).

Diungkapkan, wilayah yang dilanda bencana, untuk Kecamatan Munjungan tercatat 7 desa terimbas banjir dan tanah longsor. Bahkan longsor sempat menutup akses jalan utama Kampak-Munjungan tepatnya di Desa Besuki. Material tanah dan batu benar-benar menutup badan jalan hingga tidak bisa dilewati.

Sedangkan di Desa Craken 3 rumah terendam banjir luapan sungai dan jalan tertutup lumpur. Sedangkan di Desa Bangun, akses jalan Dung Buceng dan Watu Agung terpaksa ditutup akibat diterjang banjir.

Untuk di Desa Besuki tanah longsor menimpa 4 rumah warga dan di Desa Ngulungkulon sebuah plengsengan ambrol dan menimpa mushola. Demikian pula di Desa Masaran, sedikitnya 3 rumah tertimpa tanah longsor. Banjir dengan ketinggian air hingga 1-2 meter juga terjadi di Desa Tawing dan Desa Munjungan.

Bencana juga melanda di Kecamatan Panggul, sedikitnya 4 desa juga terdampak banjir dan tanah longsor. Untuk di Desa Gayam 7 dapur rumah, Desa Panggul 3 rumah dan Desa Ngrencak 7 rumah ambrol diterjang longsor.

Sedangkan Desa Wonocoyo terdapat 3 titik yang terkena banjir yakni depan Pasar Panggul, pertigaan Loji dan depan Masjid Al Hilal.

Longsor juga menerjang sekolah SMP Satap 2 yang berada di Desa Cakul Kecamatan Dongko hingga mengakibatkan  2 ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang kesenian dan mushola rusak parah. Sedangkan di kecamatan Kampak, tanah longsor juga menimpa 6 rumah warga dan 1 mushola di desa Karangrejo.

“Pasca peristiwa ini, kami sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk turun tangan membantu warga masyarakat yang mengalami musibah. Demikian pula dengan Satgas Bencana sudah disiagakan di lokasi untuk membantu evakuasi bersama dengan TNI, BPBD dan instansi lainnya. Ini tanggung jawab kita bersama, semua harus turun tangan membantu masyarakat,” pungkas Kapolres.

Reporter: Suparni PB

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.