Hujan dan Petir, Pencarian Jasad Laki-laki yang Lompat ke Sungai Porong Sempat Dihentikan 

Sidoarjokoranmemo.com – Dihari ketiga, tim gabungan dari BASARNAS, Tagana dan Kepolisian masih melakukan upaya pencarian jasad Santoso, (44) warga asal Kelurahan Mindi Kecamatan Porong, Sidoarjo yang hilang usai meloncat ke Sungai Porong dari atas jembatan pada Minggu (03/12/2019) kemarin. Hingga Selasa (5/12/2019) pukul 17.00 WIB, jasad Santoso masih belum ditemukan.

Komandan tim BASARNAS Achmad Farid Kurniadi mengungkapkan, dalam misi pencarian hari ini, pihaknya menerjunkan 3 tim Search and Rescue Unit (SRU) dan 3 perahu karet untuk menyisir disepanjang sungai Porong.Dari 3 regu SRU tersebut, dibagi menjadi dua tim pencarian. Tim pertama dengan 2 perahu karet menyisir di area Tempat Kejadian Musibah (TKM). “Tim SRU yang kedua melakukan upaya penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang sungai Porong hingga ke muara sungai,” papar pria yang akrab disapa Farid di sela-sela pencarian, Selasa (5/2/2019).

Untuk tim SRU ketiga, lanjut Farid, memantau dari daratan. Mereka menyisir titik- titik yang dicurigai dari atas jembatan di sepanjang sungai Porong yang mengarah hingga ke muara.

Dikatakan, beberapa kendala yang dihadapi tim di lapangan saat proses pencarian dikawasan sekitar muara itu adalah banyak lumpur dan menyebabkan pendangkalan. “Termasuk pada sore hari ini, karena air lautnya surut terlihat lebih dangkal,” bebernya.

Tidak hanya itu, demi keselamatan personel di lapangan, pencarian jasad tubuh bapak dua anak ini sempat dihentikan sementara selama 1 jam lebih. Hal itu disebabkan di lokasi pencarian terjadi hujan deras disertai petir.

“Tadi siang sekitar pukul 12.00 WIB pencarian jasad korban sempat dihentikan. Namun kemudian dilanjutkan lagi sekitar pukul 13.10 WIB karena hujan sudah berhenti,” tambahnya.

Dikatakan, hingga hari ketiga jasad Santoso masih belum ditemukan. Pihaknya mengaku akan melanjutkan upaya pencarian jasad korban pada esok hari.

“Hingga sore ini pencarian tim belum menemukan jasad Santoso. Pencarian hari ini dihentikan dan akan dimulai kembali pada besok pagi,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu kerabat korban, Hariyanto berharap korban segera mungkin dapat ditemukan. Hariyanto yang juga sebagai Ketua Kordinator komunitas Info Lantas Sidoarjo (ILS) Kecamatan Porong tersebut juga ikut membantu menyisir kesejumlah titik disepanjang sungai Porong yang rawan ditemukan jasad korban.

“Kendala utama menempuh jalur darat di sepanjang tanggul kali sungai Brantas Porong adalah banyaknya rumput liar (alang-alang). Ketinggian mencapai 2 meter. Sehingga tidak bisa dilalui dengan mudah, dan membuat pandangan terbatas,” jelasnya

Di lokasi dermaga Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Jabon sementara ini difungsikan sebagai posko pusat pencarian tim SAR. Di lokasi tersebut juga dipadati sejumlah relawan, petugas kepolisian hingga warga sekitar yang penasaran. Nampak juga satu mobil ambulance disiagakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengguna jalan dan warga Desa Kluwih Kecamatan Porong dikagetkan dengan aksi seseorang yang melompat dari jembatan Jalan Arteri Porong, Sidoarjo. Tepatnya berada di sisi Timur atau arah Sidoarjo-Malang pada Minggu  (3/2/2019) pagi sekitar pukul 10.25 WIB.

Saksi mata menyebut, korban juga sempat berenang untuk menyelamatkan diri, namun karena diduga kelelahan, jasad korban akhirnya tenggelam dan duduga kuat terseret arus air yang saat itu sedang deras.

Dikabarkan, keterangan dari pihak kepolisian, korban Santoso sempat membuat surat wasiat. Terkait seperti apa isi atau pesan yang disampaikan, pihak kepolisian masih belum mau membeberkan.

Kabar lain juga didapat, dua hari sebelum korban dikabarkan hilang, kerabat korban sempat mendapat pesan untuk titip kedua anaknya. Agar selalu diingatkan untuk pergi ke Pondok Pesantren.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date