Honorer Gelar Aksi Bisu

Blitar, koranmemo.comPerwakilan Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), maupun honorer K2 akhirnya menemui Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar. Dimana ratusan pegawai honorer telah melakukan aksi bisu dengan menutup mulut menggunakan lakban dan mendirikan tenda di depan kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Senin (29/10).

Aksi ini mereka lakukan karena selama ini aspirasinya dianggap tidak diperhatikan. “Kita mempertanyakan, masihkah kita dibutuhkan? Kalau memang kami masih dibutuhkan, kami minta diterbitkan Perda untuk honorer agar mendapat kesejahteraan,” kata Dian Eka, satu diantara pegawai honorer.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai lanjutan dari aksi yang digelar beberapa waktu lalu di kantor DPRD Kabupaten Blitar. Saat itu, ribuan pegawai honorer menyerukan keadilan bagi mereka. Pasalnya, dengan pengabdian yang sudah dilakukan selama puluhan tahun, gaji mereka masih sangat minim, antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu perbulan.

Sehingga mereka minta Pemkab Blitar memfasilitasinya untuk bertemu pihak Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendikbud. “Sampai detik ini kita belum menerima kejelasan apapun. Makanya kita lakukan aksi ini sampai ada kejelasan dari Pemkab Blitar,” pungkasnya.

Selang beberapa saat, akhirnya Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Sekretaris Daerah, Totok Subihandono menemui ratusan pegawai honorer di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar. Totok menyampaikan, pihaknya sudah menerima aspirasi pegawai honorer melalui perwakilan mereka terkait tindak lanjut atas aksi beberapa waktu lalu di kantor Dewan.

“Kita sudah menerima harapan dan aspirasinya. Namun perlu kita tahu kalau kebijakan terkait SDM tidak bisa membuat kebijakan sendiri, tapi bergantung kepada Pemerintah Pusat. Untuk itu kita bersedia dan sepakat untuk melayangkan surat kepada Mendikbud dan Menpan,” paparnya.

Sementara terakit permintaan audiensi ke Jakarta, ia mengaku hingga saat ini masih menunggu waktu agar bisa diterima di sana. “Kita pastikan kapanpun bisa kesana. Kalau mau bertamu ke Pusat tentu harus membuat janji. Jadi kita nunggu masih sampai tanggal 5 – 10 November 2018. Nanti perwakilan akan kesana, dan kita siap mendampingi,” imbuhnnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date