Hina PSHT dan IKSPI di FB, Pemuda Kesamben Dibui

Blitar, koranmemo.com – Lantaran memposting ucapan penghinaan dan pencemaran nama baik kepada dua organisasi yaitu perguruan pencak silat IKSPI Ranting Kesamben dan Pencak Silat PSHT Ranting Kesamben di media sosial Facebook (FB) lewat Akun Huda Riyan Nandas (22) warga Dusun Plampangan Rt 04 Rw 02 Desa Jugo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, akhirnya ditangkap polisi di rumahnya setelah mendapat pengaduan masyarakat. Kini guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku diamankan di Mapolres Blitar.

Kapolrea Blitar AKBP Anissullah M Ridha SIk mengatakan pelaku sebagai pemilik akun facebook tersebut melakukan postingan penghinaan dan pencemaran nama baik.

” Jadi pelaku ini melalui akun media sosialnya menghina dan melakukan pencemaran nama baik dengan perkataan tulisan yang tak pantas terhadap dua organisasi tersebut, ” ungkapnya di Mapolres Blitar,Jumat (17/05).

Awal mulanya terdapat postingan di media sosial Facebook oleh akun “Huda Riyan Nandas” pada hari Senin tanggal 13 Mei 2019 sekira pukul 04.14 WIB yang mana postingan tersebut berisi penghinaan atau pencemaran terhadap kedua organisasi perguruan pencak silat yaitu IKSPI Ranting Kesamben dan Pencak Silat PSHT Ranting Kesamben.

Adapun penghinaan yang dilakukan oleh akun tersebut berupa kalimat sebagai berikut “IKSPI Samben : Ikatan Kera Tolol Goblok (gambar jari tengah)” dan “PSHT Samben : Persaudaraan Setia Hati Ke Tempek (gambar jari tengah)” “Lek ra TRIMO omong o cok. Aq ra wedi kro raimu kabeh. Podo mangan e sego ae ra wedi aku cok kro dapuranmu (gambar jari tengah dan kepalan tangan) “.

Melihat situasi di wilayah Kesamben terdapat banyak orang dari anggota pencak silat PSHT dan IKSPI selanjutnya dengan dikawal oleh Polsek Kesamben perwakilan dari kedua pencak silat dan pemilik akun facebook ini pada Kamis (16/5) pukul 14.00 WIB dibawa ke Mapolres Blitar guna proses hukum lebih lanjut.

” Sebagaimana Pasal 45A ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman diatas 7 tahun, ” tegasnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date