Hina PDI-P, Akun  Facebook Dilaporkan Polisi

Sidoarjo, koranmemo.com – Belasan orang dari DPC PDI Perjuangan Kab. Sidoarjo mendatangi Polresta Sidoarjo, melaporkan akun Facebook bernama Heru Dwi dengan tudingan ujaran kebencian dan perbuatan yang bisa mendatangkan gejolak massa, Rabu (18/10).

Ketua Parpol DPC PDI Perjuangan Kab. Sidoarjo, Tito Pradopo usai memberikan laporan ke SPKT mengatakan, pihaknya tidak menerima karena akun tersebut menulis partai politik yang di ikutinya sebagai partai penista agama Islam.

Dalam akun pribadi pria yang diduga sebagai salah satu dokter di RSUD Sidoarjo itu dinilai oleh pengurus banteng moncong putih asal Sidoarjo itu sebagai ujaran kebencian dan mendatangkan gejolak massa.

“Karena status yang kemudian dilanjut dengan komentar akun tersebut, kami selaku kader-kader PDI Perjuangan menyatakan tidak terima dengan status dan komentar akun Heru Dwi tersebut,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Toto Pradopo didampingi pengurus lainnya.

Kata-kata dalam status milik Heru Dwi itu bertuliskan, “Seandainya Gus Iful Tidak didukung PKB-PDIP dalam Pilgub Jawa Timur” yang kemudian dilanjut dengan ujaran berikutnya pada kolom komentar dibawahnya yang berbunyi: “Kenapa Gus Iful Mau Didukung Partai yang menistakan agama Islam dan ulama”.

Dia menambahkan, dengan status yang banyak merugikan pihaknya itu, Tito merasa keberatan dan  tidak terima. PDI Perjuangan adalah partai politik yang sah secara konstitusi dan diakui negara sebagai salah satu partai politik.

“PDI Perjuangan adalah partai politik yang berideologi Pancasila. PDI Perjuangan mempunyai sayap partai Baitul Muslimin Indonesia yang mempunyai aktifitas dalam kegiatan-kegiatan keagamaan Islam. PDI Perjuangan mendukung Gus Ipul sebagai calon gubernur Jawa Timur dalam Pilgub Jatim 2018,”  papar mantan anggota DPRD Sidoarjo dua periode 1999- 2004 dan 2004-2009 itu.

Tito juga merasa heran dengan pemilik akun yang dinilai juga sebagai PNS di lingkungan RSUD tersebut. Banyak status yang ditulis oleh Heru, dinilai provokatif. “Bahkan dalam status bulan-bulan sebelumnya malah menulis “Save HTI, Bubarkan PDIP. Coba anda nilai sendiri pantaskah status itu ditulis oleh seorang PNS?,” tukasnya keheranan.

Sementara Mundzir Dwi Ilmiawan Wakabid Kehormatan DPC PDI Perjuangan menegaskan, dengan dasar pada poin tiga tersebut, maka dapat disimpulkan dengan tegas bahwa status dan komentar pada akun Heru Dwi tersebut adalah salah besar.

“Status itu malah cenderung fitnah dan ujaran kebencian belaka. Makanya segera kami laporkan ke aparat hukum, biar penegak hukum yang memprosesnya,” tandasnya.

Mundzir mengaku khawatir jika ini dibiarkan, akan menimbulkan gesekan maupun lainnya yang menjurus ke arah sara. Yang mengetahui hal ini masih tingkat pengurus PDIP Kab. Sidoarjo. Makanya segera diambil sikap agar tidak semakin melebar dan sebagainya.

“Saya khawatir kalau masyarakat bawah yang tahu, akan muncul gejolak. Saya tidak ingin situasi dan suasana Pilkada di Jakarta terbawa ke Jatim. Makanya hal sekecil apapun harus disikapi menjelang Pilgub Jatim ini,” kata mantan wakil rakyat di DPRD Sidoarjo itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris menyatakan, laporan pengurus PDI Perjuangan itu baru masuk. “Masih baru masuk dan akan kami tindaklanjuti laporan tersebut secepatnya” janji Harris.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.