Hendak Perkosa Pacar: Begal Tewas Dibantai Pelajar, Korban Malah Dijebloskan Penjara

Malang, koranmemo.com – Gara-gara tak terima saat kekasihnya dipaksa untuk bercinta dengan kawanan pelaku begal, pelajar bernama ZA (17) nekat membantai pelaku begal yang diketahui bernama Misnan (35) hingga tewas di lokasi kejadian,Minggu (08/09) malam di jalan desa di Gondanglegi Kulon Kabupaten Malang.

Kenekatan pelajar ini karena ingin menyelamatkan pacarnya yang mana komplotan begal akan memaksa pacarnya untuk berhubungan badan saat dirinya dan pacar sedang berpacaran.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, ZA berduel dengan Misnan sampai berujung pada peristiwa penusukan tersebut didasari dari sang kekasih yang dipaksa bercinta dengan Misnan dan anggota begal lainnya.

“Setelah kita selidiki lebih jauh, korban yang dikira pencari burung puyuh itu ternyata seorang kawanan begal. Baru saja beraksi dan mendapatkan perlawanan dari korban pembegalan” katanya,Rabu (11/09).

Dijelaskan jika kejadian berawal saat ZA dan kekasihnya sedang berpacaran di lokasi kejadian,saat tengah berduaan, ZA dan pacarnya didatangi oleh Misnan dan tiga orang anggota kelompoknya.

“Pelaku begal ini ada 4 orang. Satu orang tewas setelah duel dengan korbannya. Dua orang berhasil kita tangkap setelah kejadian. Dan satu orang masih buron, dalam pengejaran kami,” terangnya.

Dari keempat kelompok begal tersebut memiliki peran masing-masing. Dua orang menodong dan merampas barang-barang yang dibawa ZA dan pacarnya. Sementara dua orang lain bertugas untuk berjaga-jaga lokasi sekitar.

Sempat ketakutan, ZA pun menyerahkan ponsel yang di miliki namun Misnan meminta hal yang lain. Misnan meminta ZA agar menyerahkan pacarnya untuk diajak bercinta. Mendengar permintaan Misnan, ZA pun marah dan kemudian mengambil pisau yang digunakan untuk praktik di sekolah.

“Saya emosi, Pak. Mereka ini minta agar pacar saya bersedia diajak hubungan intim tiga menit. Akhirnya saya melawan. Saya ambil pisau dan menusukkanya ke bagian dada,” ucap ZA ditemui di ruang penyidikan Satreskrim Polres Malang.

Polisi berhasil mengamankan dua orang teman Misnan yang lain yaitu Ahmad (22) dan Rozikin (41). Pelaku Ahmad dan Rozikin ini kakak beradik.

Saat ini tim Satreskrim Polres Malang masih melakukan penyidikan dan pengembangan kasus. Meski alasan membela diri, ZA turut ditangkap dan dikenakan Pasal tentang Penganiayaan.

“Pasal yang kami sangkakan terhadap ZA ini bisa saja pasal 351 penganiayaan. Tapi ZA juga korban pembegalan dan membela diri dalam kasus ini. Pisau yang dibawa ZA juga untuk praktik di sekolah,” tutup  Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Reporter : Arief juli prabowo

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date