Hemat Biaya, Petani Kediri Beralih ke Tanaman Palawija

Kediri, koranmemo.com – Beberapa petani di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, mulai beralih dari tanaman padi ke tanaman palawija, seperti jagung, semangka, dan melon. Hal ini dilakukan untuk lebih menekan biaya.

Salah satu petani Kelurahan Gayam Kecamatan Mojoroto, Katiran (87) mengatakan, pada musim tanam ketiga lebih memilih menanam semangka dan melon. Sebelumnya lahan sawah yang disewa selama satu tahun itu ditanami tanaman padi selma dua musim tanam. Lahan seluas antara 100 ru dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam.

Menurutnya, dengan menanam tanaman semangka dan melon, dapat menghemat pengeluaran. “Kalau ditanami padi lagi, pasti perlu air yang cukup. Sementara ini debit air berkurang, jadi harus pakai pompa air dan lumayan kalau harus sewa. Jadi ini bisa menghemat pengeluaran juga,” ujarnya, Selasa (10/9).

Untuk perawatan tanaman, lanjutnya, juga lebih mudah dibandingkan dengan merawat tanaman padi. Karena, tanaman semangka dan melon tidak memerlukan banyak air seperti tanaman padi. Selain air, pemberian pupuk dan obat hama juga berkurang, serta bisa memberikan pupuk sekaligus pada dua jenis tanaman tersebut.

Sementara itu, Darji (61) petani lainnya memilih menanam tanaman jagung pada musim tanam ketiga. Tanaman jagung yang termasuk tanaman palawija, juga tidak memerlukan banyak air. Meskipun pengairan tetap dilakukan dengan menggunakan pompa air, tapi jumlah air yang diperlukan tidak sampai menggenang.

Tanaman jagung, sambungnya, jika tanah sudah cukup basah, pengairan bisa dihentikan sampai satu minggu ke depan. “Kalau jagung juga lebih mudah, dari tanam sampai panen hanya memerlukan waktu 3 bulan. Pemberian pupuk cukup satu kali dalam satu bulan atau satu bulan setengah, jadi lebih hemat,” ujarnya.

Menurut Darji, selain menghemat pengeluaran untuk pengolahan ataupun selama proses tanam, mengganti jenis tanaman yang ditanam juga mencegah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Jika tanaman yang ditanam sama, OPT akan tetap menyerang tanaman. Berbeda jika tanaman diganti, maka OPT akan mencari makanan di tempat lain.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date