Hari Pertama UNBK di Kediri, Satu Siswa Jalani Operasi Usus Buntu 

Kediri, koranmemo.com – Puluhan ribu siswa sekolah menengah atas (SMA), dan Madrasah Aliyah (MA) di Kediri melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) hari pertama, Senin (1/4). Tim dari Direktorat pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turun langsung memantau ujian tersebut yang diharapkan sukses secara pelaksanaan serta sukses secara hasil ujian yang didapat oleh para siswa.

Yuniarti Ambarsari Setyowati, Supervisi Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud RI dalam kunjungannya di SMA Negeri 8 Kota Kediri, pada Senin (1/4) mengatakan, tujuan kehadiran mereka untuk melihat secara teknis maupun non teknis yang ada di Kediri. Pasalnya, pelaksanaan ujian tersebut merupakan kegiatan secara bersamaan yang dilakukan seluruh SMA dan MA se Indonesia.

“Kita melihat bagaimana ketersediaan computer, kelancaran jaringannya apakah sudah baik atau belum, lalu ketersediaan siswa dan guru pengawas bagaimana. Selama satu hari ini kita melihat sudah berjalan cukup bagus, hanya perlu dipahami bahwa rasio jumlah siswa dan guru pengawasnya harus seimbang. Untuk UNBK setiap 20 peserta harus diawasi oleh satu guru pengawas, begitu kelipatannya,” ujarnya.

Sumiarso Kepala Cabdindik wilayah Kediri mengaku, kesiapan secara teknis sudah dilakukan jauh hari melalui penantadanganan pakta integritas dengan seluruh kepala sekolah, serta kerjasama dengan PLN serta Telkom sebagai penyedia jaringan. “Alhamdulillah hari pertama tidak ada gangguan secara jaringan maupun konseleting listrik yang terjadi. Laporan yang kami terima hari ini hanya satu siswa yang tidak ikut ujian nasional karena sakit. Dia harus operasi usus buntu pada hari ini, maka dia akan mengikuti ujian susulan minggu depan,” katanya.

Lebih lanjut, Sumiarso menegaskan, tahun ini tolak ukur kesuksesan UNBK bukan hanya terletak pada sarana prasaran yang berjalan lancar namun juga hasil yang didapatkan oleh siswa. Targetnya tahun ini lebih dari 50 persen siswa di Kediri bisa mendapatkan nilai diatas batas standar yakni 5,5.

“Teknis memang kita melihat sudah berjalan lancar semoga untuk tiga hari kedepan juga tetap berjalan seperti ini harapan kita. Perlu ditekankan juga bahwa UNBK ini kita setidaknya lebih dari 50 persen siswa bisa mendapatkan nilai diatas ambang batas. Karena ini juga sebagai bahan evaluasi secara nasional jika pendidikan kita saat ini secara kualitas sudah bagus,” jelasnya.

UNBK tahun ini, untuk SMA di Kota Kediri dengan jumlah 21 lembaga pendidikan sejumlah 3.750 peserta, untuk Kabupaten Kediri dengan jumlah 27 lembaga diikuti oleh 4.726 peserta. Sementara untuk Madrasah Aliyah (MA) di Kota Kediri sejumlah 5 lembaga diikuti oleh 1.199 siswa, serta Kabupaten Kediri sebanyak 40 lembaga diikuti oleh 3.370 peserta.

Terpisah, Roziq Kepala SMA Negeri 8 Kota Kediri mengatakan, UNBK tahun ini siswanya sebanyak 348 peserta dengan dua sesi menggunakan 6 ruangan. Rasio siswa dan jumlah guru pengawas sudah sesuai aturan, Roziq mengatakan, rata – rata 30 siswa dalam satu ruangan yang sudah diawasi oleh 2 guru pengawas. “Hari ini tadi tidak ada kendala, mengambil token serta singkronisasi server berjalan dengan lancar jadi tidak ada yang terganggu,” jelasnya.

Repoter Zayyin multazam S

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date