Harga Telur Ayam Terjun Bebas, Peternak Gulung Tikar

Nganjuk, koranmemo.comHarga telur ayam bagi kalangan peternak di Kabupaten Nganjuk mengalami penurunan drastis. Kondisi itupun dikeluhkan para peternak lantaran mengancam keberlangsungan usaha ternak di tengah tingginya harga pakan.

Hariyono, peternak ayam petelur, warga Desa Mancon Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk, mengaku sangat terbebani dengan kondisi tersebut. Pasalnya, di kala harga pakan ayam mengalami kenaikan, harga jual telur dari kalangan peternak justru hancur.“Saat ini peternak hanya berusaha untuk bertahan meskipun tidak mendapatkan keuntungan. Bahkan, peternak kini resah jika usahanya terancam gulung tikar,” ungkapnya.

Penurunan harga telur ayam yang terjadi di beberapa daerah ternyata juga dialami peternak Nganjuk. Harga telur ayam yang idealnya berada di kisaran minimal Rp 20 ribu per kilogram, saat ini hanya Rp 16.500 Per kilogram. “Penurunan harga ini semakin merugikan peternak, karena harga pakan ayam mengalami kenaikan,” keluhnya.

Hariyono mengaku, dampak penurunan harga telur itu telah ia rasakan sejak sebulan terakhir. Saat ini ia hanya bisa pasrah serta berusaha bertahan menjalankan usahanya. Sebab keuntungan yang diharapkan dari penjualan telur terasa jauh di angan.

“Kami sampai kini berusaha bertahan meski bisa dibilang tidak untung. Tapi kalau terus-terusan seperti ini otomatis kami bisa bangkrut,” ungkapnya.

Saat ini para peternak ayam petelur hanya bisa berharap agar harga penjualan telur bisa segera kembali normal. Selain itu, para peternak mengharapkan kenaikan harga pakan ayam tidak terus terjadi, sehingga tidak memperburuk kondisi yang dialaminya.

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date