Harga Kebutuhan Pangan Naik, Picu Inflasi 0,49 %

Share this :

Malang, koranmemo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama Desember 2017 Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,49 persen. Hal tersebut dipicu karena kenaikan harga beberapa bahan pangan di Kota Malang pada akhir tahun 2017.

Dwi Handayani Prasetyawati, Sesi Statistik Distribusi BPS Kota Malang mengatakan, inflasi bulan Desember lalu dipicu oleh naiknya harga beberapa komoditi bahan pangan rumah tangga. Di antaranya beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah. “Dari seluruh kelompok pengeluaran, bahan makanan menyumbang inflasi terbesar sebanyak 0,43 persen,” katanya Rabu (3/1).

Ditambahkan, dengan banyaknya acara pada akhir tahun tentunya permintaan komoditi pangan juga meningkat. Sedangkan, jumlah barang di pasaran terbatas sehingga memicu kenaikan harga dan kelangkaan beberapa komoditas.

Sementara, pada momen libur panjang sejak Natal hingga akhir tahun, juga membuat tarif kereta api mengalami kenaikan. Untuk beberapa rute jarak jauh pun diberlakukan tarif batas atas. Maka tidak heran jika tarif kereta api menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi di Kota Malang pada Desember lalu, yakni sebesar 0,29 persen.

Rahayu, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Besar Kota Malang mengaku, tingginya harga ayam masih bertahan hingga awal tahun ini. Ayam potong dijualnya seharga sekitar Rp 30 ribu per kilogram. “Kebanyakan para penjual memang menaikkan harga sejak sebulan lalu, karena dari peternak sudah mahal,” ujarnya , Rabu (3/1).

Selain itu, dari pantauan koranmemo.com harga telur juga masih tergolong tinggi. Saat ini, per kilogram telur dihargai Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu. Padahal normalnya, harga telur di angka Rp 18 ribu.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz