Harga Beras Melonjak, Bulog Divre Surabaya Selatan Gelar OP di 13 Wilayah Jatim

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) divre Surabaya Selatan melakukan operasi pasar (OP) di 13 sub divisi regional (Divre) wilayah di Jawa Timur secara bertahap.

OP dilakukan dengan menjual beras berstandar medium pada harga jual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Hal itu dilakukan untuk menstabilkan harga komoditi beras di pasaran. Kekhawatiran masyarakat sempat muncul lantaran sempat adanya lonjakan komoditi dengan harga tertinggi di daerah Bangkalan, Madura saat moment akhir tahun 2017.

Oleh sebab itu, di awal tahun ini, Divre Surabaya Selatan melakukan Operasi Pasar (OP) di 13 sub divre seluruh Jawa Timur secara serentak.

“Operasi pasar ini diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran, khususnya beras medium. Karena di beberapa tempat di Jawa Timur terjadi  lonjakan harga sekitar 10-15%,” kata Kepala Bulog Divre Jawa Timur Muhammad Hasyim kepada wartawan di Bulog Buduran Sidoarjo, Selasa (9/1/2018).

Hasyim menambahkan, komoditi beras menjadi salah satu perhatian pemerintah, karena beras merupakan salah satu kebutuhan strategis. “Stok kita di Jawa Timur sangat cukup untuk tujuh bulan ke depan,” tambah Hasyim.

Dijelaskan, sampai saat ini stok bulog di divre Jatim untuk beras premiun sekitar 200 ribu ton. Dengan stok tersebut sangat cukup,  dan tidak akan membatasi berapa kebutuhan di pasar dan masyarakat tidak perlu kawatir.”Operasi pasar ini merata di seluruh Jatim,  untuk masyarakat yang tidak sempat ke pasar bisa mendapatkan beras mediun ini di RPK,” jelasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz