Harapkan Wadah Berkreasi Untuk Jaranan

Kediri,Koran Memo – Warung jaranan yang terletak di bantaran Sungai Brantas,Selasa (30/6) sore didatangi anggota satpol PP dari Pemerintah Kota Kediri. Mereka menyampaikan rencana sterilisasi bantaran sungai dari keberadaan warung. Hal ini memantik reaksi dari sejumlah pihak karena selama ini warung jaranan menjadi tempat berkumpulnya para seniman tradisional khas Kota Kediri itu.

Dua aktivis yang peduli pada kesenian jaranan (andik/memo)
Dua aktivis yang peduli pada kesenian jaranan (andik/memo)

Joko Mbalelo,pemilik warung sekaligus pemimpin salah satu paguyuban jaranan asal Kelurahan Pakelan mengungkapkan sebenarnya tidak masalah jika warung tersebut memang hendak digunakan pembangunan untuk kepentingan pemerintah. Tetapi menurutnya seharusnya pemerintah kota memperhatikan nasibnya serta nasib para seniman jaranan dengan memberikan tempat baru dan wadah yang layak untuk para seniman ini. Apalagi sebelumnya tempat berkumpulnya para seniman jaranan pernah diganti menjadi lokasi latihan olahraga. “Kami sebenarnya tidak masalah jika memang tempat ini hendak dibangun untuk kepentingan pemerintah. Tetapi harapan saya pemerintah mau memberikan kami tempat dan wadah baru yang lebih layak untuk paguyuban jaranan serta untuk tempat saya mengais rezeki,”jelasnya.

Senada dengan Joko Mbalelo, Joko Witanto, aktivis Forum Bhayangkara Indonesia mengatakan pemerintah harusnya lebih bijak sebelum mengeluarkan kebijakan sterilisasi. Artinya, pemerintah harusnya bisa menyediakan alternatif untuk lokasi relokasi. “Jika memang hendak melakukan penggusuran kepada pengusaha warung di bantaran sungai ini harusnya pemerintah kota bisa menunjukkan perda. Selain itu walaupun harus melakukan penggusuran pemerintah sebaiknya merelokasi tempat usaha milik warga. Karena walau bagaimanapun ujung-ujungnya tetap rakyat kecil yang menangis,”jelasnya.

Apalagi, tambah Joko, warung tersebut tidak semata – mata untuk mencari nafkah pribadi melainkan sebagai tempat bertemunya para seniman tradisional. Dengan kata lain, solusi yang diberikan pada keberadaan warung harusnya menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pada seni khas Kediri. “Warung ini selain tempat untuk mencari makan juga merupakan wadah para seniman jaranan untuk menyalurkan seni dan berlatih. Seharusnya para seniman yang memegang teguh budaya asli Kediri ini diberikan apresiasi dan didukung sepenuhnya,bukan selalu disisihkan seperti ini,”pungkasnya.(and)

Follow Untuk Berita Up to Date