Hadrah Sebagai Bekal Seni Keagamaan  

Nganjuk, koranmemo.com-Ratusan santri di Kabupaten Nganjuk menggelar pertunjukan seni hadrah tradisional guna memperingati Hari Santri Nasional. Tradisi ini dilakukan guna mempertahankan seni tadisional di tengah maraknya budaya modern. Selain itu, hadrah tradisional juga merupakan bekal seni keagamaan yang patut dilestarikan.

Pantauan Koranmemo.com ratusan santri termasuk para ustazah mengikuti lomba tersebut. Para peserta terlihat menunjukkan kebolehan dalam melantunkan sholawat dan berhadrah dengan alat tabuh seperti, rebana, kendang, dan berbagai alat pendukung lainnya.

Panitia lomba seni hadrah, Abdul Aziz menyampaikan, pertunjukan seni hadrah dilakukan untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2017 setiap tahunnya. “Tradisi hadrah dilakukan guna memberikan bekal kepada para santri akan keterampilan. Selain itu juga untuk melestarikan budaya santri berupa hadrah yang sudah ada sejak zaman sesepuh guru di pondok pesantren,” ungkapnya, Sabtu (21/10).

Hal senada disampaikan Ketua PKK Kabupaten Nganjuk, Ita Triwibawati, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Dia mengaku sangat mendukung acara festival sholawat seperti ini, dan berharap untuk tahun depan kegiatan serupa bisa kembali digelar dengan lebih meriah.

“Semoga untuk tahun depan festival sholawat bisa digelar lebih meriah dengan dukungan dari pemerintah,” ujarnya.

Adanya seni hadrah sholawat dengan nuansa tradisional seperti ini diharapkan mampu memberi dampak positif terhadap para santri. Dengan begitu, para santri tidak akan kehilangan identitas diri sebagai santri yang memiliki bekal seni keagamaan.(adv)

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.