Guru Remas Dada Siswi SMK

Mojokerto, koranmemo.com – Perbuatan Mohammad Khoiri (25) sungguh tak terpuji. Dia yang berprofesi sebagai guru SMP, nekat meremas dada seorang siswi SMK di jalan Desa Balongwono Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, pria asal Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri ini berhasil dibekuk warga usai melakukan perbuatannya dan langsung di serahkan ke Mapolres Mojokerto, Jumat (25/11) lalu.

Perbuatan mesum Khoiri sendiri dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu pelaku melihat korban pulang sekolah mengendarai sepeda motor seorang diri. Tanpa pikir panjang, pelaku yang dalam perjalanan menuju Kediri itu membuntuti gadis 15 tahun tersebut.

Mendekati perlintasan kereta api Dusun Wates Desa Balongwono, muncul niat jahat pelaku. Melihat kondisi jalan sepi, guru Bahasa Inggris di salah satu SMP di Kecamatan Pare ini nekat meremas payudara korban. “Awalnya saya hanya menggoda, kemudian di depan rel saya lihat situasi sepi, kemudian saya pegang payudaranya, adik itu  (korban) kaget kemudian jatuh,” kata Khoiri kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Senin (28/11).

Melihat korban jatuh bukannya iba dan menolong korban. Khoiri justru ketakutan dan berusaha kabur. Warga sekitar yang melihat korban terjatuh sempat mengira terjadi tabrak lari. Pria yang mengaku baru tujuh bulan menikah itu pun dikejar warga. “Saya sembunyi di belakang rumah warga karena jalan buntu, kemudian ditangkap warga,” ujarnya.

Setelah pelaku diringkus warga, baru aksi pencabulan terungkap. Korban menceritakan jika telah dicabuli oleh pelaku. Didampingi ibunya, korban melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mojokerto. Sementara pelaku diserahkan warga ke polisi.”Saya menjadi bernafsu ketika melihat payudara adik itu,” aku Khoiri.

Sementara Kepala Sub Bagian Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto menambahkan, tak hanya diremas dadanya, korban juga mengalami luka lecet di tangan kirinya akibat jatuh dari sepeda motor lantaran kaget usai dicabuli pelaku.  “Atas perbuatannya, Khoiri dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan yang ancaman pidananya penjara maksimal 9 tahun,” tegasnya. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date