Gudang Penyangga untuk Kesejahteraan Petani

Nganjuk, koranmemo.com – Guna mengatasi permasalahan di kalangan petani pasca panen, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan mendirikan gudang penyangga. Gudang tersebut akan difungsikan untuk menampung dan menjual padi petani di Kabupaten Nganjuk, sehingga dapat menjaga kestabilan harga hasil panen.

Rencana itu disampaikan Bupati Nganjuk H.Novi Rahman Hidayat S.Sos. MM, ketika memberi sambutan dalam acara Temu Wicara dan Gelar Teknologi Pertanian di Dusun Pojok Desa Tanjungkalang Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk, Rabu (10/10) pukul 09.00 WIB.

Menurutnya, problem dasar para petani umumnya adalah masalah pengairan, benih dan pasca panen. Karena ketika petani masa panen, biasanya harga jual gabahnya menurun. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, gudang penyangga ini nantinya yang akan menampung dan menjual hasil panen para petani.

Di gudang penyangga ini, hasil panen padi petani nantinya diproses dan selanjutnya akan dibeli oleh seluruh pegawai di Kabupaten Nganjuk. “Inilah yang dinamakan bela dan beli produk Nganjuk,” ungkapnya.

Bupati Novi menandaskan, secepatnya pihak Pemda akan merealisasi gudang penyangga itu. Para petani diharapkan berperan aktif menjadi anggota dalam gudang penyangga tersebut, yang nantinya bisa berbentuk semacam koperasi atau KUD. “Karena yang akan kita prioritaskan adalah para petani yang masuk menjadi anggota,” tandasnya.

Bupati Novi juga menyampaikan keinginannya, agar hasil panen petani meningkat untuk menuju mewujudkan Nganjuk swasembada pangan. Maka dari itu, ia sangat mendukung dengan adanya Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dan Sekolah Lapang (SL) Pengembangan kawasan padi seluas 50 hektare yang diselenggarakan oleh KTNA dan Dinas Pertanian di Desa Tanjungkalang.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan petani dapat melakukan budidaya tanaman sehat, dan melakukan pengamatan, pengendalian dengan agen hayati, serta diharapkan petani menjadi ahli Pengendali Hama Terpadu (PHT). “Ini menunjukkan kegiatan SLPHT dapat mendukung peningkatan produksi padi para petani,” paparnya.

Pada kesempatan itu pula, secara simbolik dilakukan penyerahan tanaman refugia dari Bupati Novi kepada kelompok tani se-Kecamatan Ngronggot, disaksikan Kepala Dinas Pertanian Nganjuk Ir Istanto, PPL Pertanian dan Forpimcam Ngronggot, serta Kelompok Tani se-wilayah Kecamatan Ngronggot dan Kepala Desa Tanjungkalang dan juga undangan.

Tanaman refugia, menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Ngronggot, Saikhu Ahmad adalah tanaman hias yang berbunga, serta berfungsi sebagai microhabitat dari serangga musuh alami dan penarik hama tanaman. Dan yang termasuk golongan tanaman refugia seperti kenikir, jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, bayam dan kembang kertas.

“Bunga tanaman tersebut akan mengeluarkan nektar yang baunya menarik serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman untuk datang,” jelasnya. (adv/hms pemkab)

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date