Giliran Wakil Wali Kota Malang Dipanggil KPK

Malang, koranmemo.com – Usai jalani pemeriksaan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang dan beberapa staf Pemkot Malang secara maraton di Polres Kota Batu atas kasus korupsi yang terjadi di Kota Malang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (14/2) kembali memanggil belasan saksi untuk diperiksa di Jakarta.

Salah satu yang turut dipanggil yakni Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang untuk memperdalam kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua DPRD Kota Malang, Mochammad Arief Wahyudi (MAW).

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK mengatakan, beberapa orang yang dipanggil sebagai saksi adalah Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji dan anggota DPRD Kota Malang, Bambang Soemarto.

Selain itu, ada beberapa dari pihak swasta,  diantaranya Hariyadi pemilik CV Dwi Tinggal; Fitria Ningsih pemilik CV Menara Utama; Subandi pemilik CV Barokah Jaya; Ajatld Sudrajat pemilik CV Esas Segitama; Anna Yulitasari pemilik CV Reda Bangun Utama,  Sukarno Yudho Arisandi pemilik CV Duta Prima Teknik; Moch. Ali Imron, pemilik Nyiur Utama Raya; Bambang Suprayitno pemilik CV Ngadeg Dewe; Suherno pemilik CV Fiko Tama dan Nurhayati pemilik CV Bonanza.

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015,” ujarnya, Rabu (14/2).

Untuk diketahui, MAW telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Agustus 2017. MAW ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus, yaitu terkait pembahasan APBD-Perubahan Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015 dan penganggaran kembali pembangunan Jembatan Kedungkandang.

Dalam kasus pertama, MAW diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Jarot Edy Sulistyono (JES) terkait pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015. Diduga MAW menerima uang sejumlah Rp 700 juta.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.