Gerbang Tol Madiun Diprediksi Jadi Titik Macet

Madiun, koranmemo.comTitik rawan macet di Madiun pada saat masa mudik Lebaran 2019 diprediksi akan terjadi di Exit Tol Dumpil hingga Nglames atau perbatasan Kota Madiun.

Menurut Kasatlantas Polres Madiun, AKP Imam Mustolih, titik macet Lebaran 2019 ada pergeseran bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada mudik lebaran tahun sebelumnya, titik kemacetan terjadi di gerbang Tol Wilangan karena berdekatan dengan jalur arteri perbatasan Madiun-Nganjuk dan perlintasan rel kereta api.

Sekarang dengan operasionalnya jalur tol trans jawa sepanjang 658 kilometer animo masyarakat untuk menggunakan jalur tol secara otomatis meningkat.

“Jadi di wilayah Selatan mulai dari Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Magetan diprediksi melintas di wilayah Kabupaten Madiun utamanya di wilayah Nglames sampai pintu tol Dumpil,” ujar Mustolih.

Dalam operasi Ketupat Semeru 2019, Polres Madiun mengerahkan 565 personel. Personel yang dilibatkan terdiri dari Polri TNI, Dishub, Dinas Kesehatan, Satpol PP serta beberapa elemen masyarakat.

“Pada mudik lebaran 2019 ini, Polres Madiun menyiapkan 5 Pos PAM, 1 Pos Pelayanan dan 7 Pos Pantau untuk mengamankan Operasi Ketupat Semeru 2019,” katanya.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono berharap masyarakat bisa mengetahui adanya pos pelayanan yang ada di Pos Dumpil, sehingga mereka tidak bertanya-tanya dengan keberadaan pos megah yang ditempatkan di Rest Area Dumpil.

Selain itu untuk mengatasi penumpukan kendaraan, pihaknya akan mengalihkan arus jalur alternatif di daerah Jogobayan dibelokkan ke kiri tembus di simpang empat Jiwan. Apabila masih ada kemacetan lagi kendaraan akan diarahkan masuk tol menuju ke arah tol Purworejo.

“Jadi kita buang lurus sehingga terjadi kelancaran di pintu masuk maupun keluar tol, sudah kita siapkan jalur alternatif,” ujarnya.

Dikatakanimbau kepada pengguna jalan terutama jalan tol untuk lebih berhati-hati saat berkendara, mematuhi batas-batas kecepatan yang ada, dan tidak memaksakan diri saat badan sudah merasa capek. Manfaatkan kantong rest area yang ada dan utamakan keselamatan.

“Jangan memaksakan menyetir dalan kondisi capek, kalau ada teman bisa gantian atau diajak ngobrol, jangan satatis diam saja nanti lama-lama terjadi mikro sleep,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Area PT Jasa Marga Tolroad Operator (JMTO) Sabilillah mengatakan, memasuki H-7 lebaran jumlah kendaraan yang keluar di gerbang tol Madiun mulai mengalami peningkatan. Kenaikan telah mencapai 16 persen dibandingkan pada hari-hari biasa.

“Perbandingan jumlah kendaraan yang keluar di gerbang tol Madiun pada hari biasa hanya sekitar 6.500 kendaraan, pada H-7 lebaran mencapai 7.600,” katanya.

Untuk puncak mudik lebaran diperkirakan tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2019. Peningkatan kendaraan di gerbang pintu tol diprediksi naik 3 kali lipat dari hari biasa. “Jumlah kendaraan yang keluar Gerbang Tol Madiun, saat puncak mencapai 19.500 hingga 20 ribu kendaraan,” ujarnya.

Antisipasi puncak mudik, pihaknya telah menambah tenaga perbantuan mencapai 48 orang petugas yang disebar di tiga gerbang tol Ngawi-Kertosono. Untuk jumlah hari biasa di tiga gerbang tol yakni GT Madiun, GT Caruban dan GT Nganjuk hanya 27 orang.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date