Gerakan Literasi Berbasis Teknologi

Share this :

Dewasa ini minat baca peserta didik menurun. Salah satunya disebabkan adanya gawai (gadget, red). Peserta didik lebih menyukai memainkan game pada gawai daripada harus membaca buku. Padahal membaca itu penting karena banyak ilmu yang didapat dengan membaca. Gerakan literasi kini digalakkan di beberapa kota misalnyaKota Malang, Kota Kediri, Kota Surabaya. Gerakan literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis namun bukan hanya kegiatan dan menulis saja melainkan bagaimana seseorang dapat berkomunikasi di masyarakat. Selain itu literasi yang ada di sekolah juga dapat diartikan sebagai kemampuan peserta didik untuk mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis dan berbicara.

Gerakan literasi berbasis teknologi merupakan gerakan membaca atau menulis yang dilakukan peserta didik melalui teknologi. Seperti yang telah diketahui banyak peserta didik yang lebih menyukai gawai daripada buku. Oleh karena itu gerakan berbasis teknologi dilakukan untuk memudahkan peserta didik dalam membaca informasi. Misalnya ketika peserta didik akan membaca buku mengenai pelajaran IPA peserta didik dapat mengunduh pada aplikasi yang telah tersedia pada gawai yang dimiliki oleh peserta didik itu sendiri. Melalui cara seperti itu peserta didik akan lebih nyaman. Hal ini juga mengurangi peserta didik untuk bermain game atau yang lain.

Peserta didik pada saat ini memang lebih suka memainkan gawainya karena memang dirasa gawai merupakan benda yang dapat menampung segala hal dan hal inilah yang dapat membuat peserta didik lebih nyaman menggunakan gawainya untuk bermain daripada membuka buku pelajaran, cerita pendek, novel atau yang lainnya. Oleh karena itu gerakan literasi berbasis teknologi di era modern ini sangat diperlukan untuk menunjang peserta didik agar lebih bijak menggunakan teknologi yang ada. Memang ada rasa takut yang dialami oleh orang tua ketika membiarkan anaknya bermain dengan gawainya misalnya untuk membuka informasi yang terdapat pada internet atau yang lainnya. Sebenarnya ketakutan yang dialami orang tua inilah yang membuat orang tua tidak memberikan akses pada anak untuk mengeksplor informasi yang terdapat pada gawainya. Sebernya yang dilakukan orang tua merupakan salah satu tindakan untuk menjauhkan peserta didik dari sesuatu hal yang negatif. Namun sebenarnya sebagai orang tua untuk memantau peserta didik pada saat mengakses media sosial atau gawai dapat dilakukan dengan cara mengecek riwayat pencarian yang ada pada gawai atau dapat dilakukan dengan cara lain yakni memberikan pengertian pada peserta didik agar menggunakan teknologi dengan bijak.

Gerakan literasi berbasis teknologi dapat dilakukan dimana saja. Misalnya gerakan literasi berbasis teknologi yang diterapkan di sekolah. Pada sekolah yang menerapkan gerakan literasi berbasis teknologi dapat menggunakan sarana komputer untuk menunjang peserta didik dalam mencari berita. Selain itu sekolah dapat juga memberikanwi-fi  untuk memberikan peserta didik akses melihat video atau berita yangmemang disukainya. Namun selain dari pihak sekolah, guru juga harus berperan dalam kegiatan ini melalui cara ikut memantau peserta didik ketika sedang mencari berita atau yang lainnya.Selain itu guru juga dapat memotivasi peserta didik untuk bijak dalam menggunakan teknologi dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya misalkan guru memberikan contoh Naura yang terhitung masih anak yang berumur 12 tahun namun ia dapat menghasilkan uang melalui teknologi dengan membuatvlog yang diunggah diyoutube. Melalui motivasi tersebut peserta didik akan lebih semangat dan bijak untuk menggunakan teknologi itu sendiri.

Banyak keuntungan jika gerakan literasi berbasis teknologi gencar dilakukan, karena saat ini merupakan era modern dimana setiap orang ingin mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat yang hal ini dapat dilakukan oleh teknologi. Hal ini sama halnya dengan peserta didik yang ingin mendapat segala informasi mengenai pelajaran, hiburan atau buku yang ingin dicarinya. Di era modern ini pada gawai telah dilengkapi beberapa aplikasi yang dapat memudahkan peserta didik untuk mendapat informasi mengenai pelajaran yang saat ini mudah diunduh pada aplikasi yang tersedia pada gawainya. Selain itu kita juga dapat menghemat penggunaan kertas yang mana telah kita ketahui bahwasanya penggunaan kertas di Indonesia sangat tinggi. Melalui gerakan literasi berbasis teknologi kita dapat mengurangi penggunaan kertas. Selain mengurangi penggunaan kertas, melalui gerakan literasi berbassis teknologi juga dapat mempermudah peserta didik unuk mengakses buku-buku secara online.

Pada era modern saat ini teknologi memang merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dari kehidupan sehari-hari. Melalui teknologisesorangdapat memiliki semua apa yangdiinginkan. Misalnya ketika ingin baca berita yang saat ini sedang hangat. Hal itu  bisa didapatkan dengan cepat dan tidak memerlukan tenagamelalui gawai yang dimiliki.

Oleh karena itu banyak orang yang lebih menyukai teknologi. Teknologi dalam hal ini bisa bermacam-macam. Misalnya teknologi laptop, media sosial atau yang lain.

Teknologi merupakan salah satu sumber ilmu yang dapatdidapat dengan mudah.Meskiterkadang orang tidak dapat menggunakan teknologi dengan baik dan benar sehingga malah terjerumus dalam efek negatifkarena faktorteknologi.

 

Pengirim: Ivo Treviana, mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di UMM

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz