Gelar Tari Striptis, Izin Inul Vizta Terancam Dicabut

Share this :

Kediri,koranmemo.com-  Perizinan rumah karaoke Inul Vizta yang terletak di lantai tiga Kediri Mall Kota Kediri terancam dicabut. Kemungkinan pencabutan izin tempat karaoke milik artis Inul Daratista itu menyusul penetapan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Dalam pers release yang digelar di Mapolda Jatim, Senin (17/7) menetapkan tersangka Ilham (40) manajer Inul Vizta yang diduga menyediakan praktik prostitusi yang digerebek Subdit IV Renata Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (13/7) lalu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, telah menetapkan manajer rumah karaoke Inul Vizta dalam praktik tarian striptis yang kini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Perwira berpangkat melati tiga dipundaknya itu menyebut, manajer karaoke merupakan orang yang paling bertanggung jawab mengenai adanya praktik prostitusi yang diduga sudah berlangsung cukup lama.

“Kami sudah menetapkan satu tersangka yakni manajer karaoke. Sementara untuk empat perempuan yang diduga sebagai penari telanjang tidak kami tahan karena alasan kemanusiaan, karena ada anak-anaknya,” jelasnya.

Dia menyebut, yang paling bertanggung jawab dalam pesta tarian telanjang di salah satu room karaoke Inul Vizta Kediri adalah manajer. Pasalnya manajer yang diketahui warga Kediri itu menyediakan perempuan untuk menenami tamu yang ingin berpesta tarian striptis atau tarian telanjang.

Bahkan, informasinya selain menari telanjang, empat wanita asal Kediri itu juga melayani pengunjung yang ingin berhubungan badan atau Making Love (ML) di dalam room. “Pihak manajemen yang paling bertanggung jawab. ISN (40) selaku manajer yang mendatangkan perempuan itu, yang mengkoordinir dan sebagainya. Sekarang mereka disuguhi uang dan mereka membutuhkan untuk kasih makan anaknya. Perempuan itu sebenarnya korban,” jelasnya.

Dijelaskan, modus tersangka yakni menyediakan LC Freelance untuk menemani tamu di tempat karaoke dengan tarif Rp 100 ribu per jamnya dengan ketentuan menyewa minimal tiga jam. Selain menemani tamu, empat wanita yang diduga sebagai penari striptis yakni WA (31), PY (32), RA (23), dan EA (26) dapat melayani tarian striptis dengan tarif Rp 1 juta untuk lima lagu.

Sementara jika pengunjung menginginkan berhubungan badan di lokasi, dikenai tarif tambahan yakni sebesar Rp 2 juta. “Praktik tersebut telah sering dilakukan oleh tersangka di tempat tersebut. Modusnya yakni menyediakan perempuan tadi untuk menemani tamu,”jelasnya.

Berdasarkan barang bukti yang diamankan, Frans menyebut telah menyita uang Rp 9,6 juta, lima buah hanphone, bill room, satu bendel surat perjanjian bersama dalam waktu tertentu dan lembar foto kopi mengenai surat izin tentang usaha pariwisata.

Penggerebekan itu bermula adanya laporan yang menyebutkan adanya praktik terlarang di rumah karaoke Inul Vizta di Jalan Hayam Wuruk no 46 Kediri Mall Kota Kediri. “ Setelah kami tindaklanjuti menemukan empat perempuan yang sedang melayani tamu untuk striptis. Salah satu diantaranya sedang melayani hubungan sex di ruangan. Hasil penyidikan, dalam penggerebekan itu, juga tidak ada PNS seperti kabar yang tersiar di media sosial,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Anang Kurniawan, Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Kediri mengatakan masih terus berkoordinasi untuk mengambil langkah mengenai sanksi yang diberikan terhadap dugaan penyimpangan praktik prostitusi di karaoke Inul Vizta.

“Kami masih berkoordinasi dengan instansi samping dan menunggu hasil penyidikan resmi dari Polda mengenai dugaan praktik tari striptis pusat perbelanjaan itu,”kata Anang.

Disinggung mengenai sanksi pencabutan izin karaoke Inul Vizta yang diduga menyalahi aturan, Anang mengatakan kemungkinan sanksi tersebut bakal dilakukan jika memang terbukti melanggar perizinan yang telah diterbitkan. “Tidak menutup kemungkinan perizinan juga bakal dicabut. Yang jelas saat ini mereka dalam pemantauan kami, karena saat ini juga masih dalam ranah penyidik Polda Jatim,”ujarnya.

Diakuinya, hingga saat ini pihak pengelola karaoke Inul Vizta belum memiliki perizinan minuman neralkohol (minhol). Kendati demikian, untuk perizinan lainnya, Anang mengaku akan melakukan pengecekan ulang mengenai kelengkapan perizinan tempat karaoke yang kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

“Kalau untuk izin lain semisal TDP dan HO kemungkinan sudah. Namun kami akan mengkroscek ulang sejauh ini masih berlaku atau tidak. Kalau untuk perizinan Minhol, memang belum ada. Toh kalau ditemukan Miras, perlu dikaji juga itu apakah dari luar atau memang pengelola melanggar,”ucapnya.

Sementara, Windi Kadiatri, wakil manajemen Inul Vizta ketika dikonfirmasi mengenai hasil penyidikan yang menetapkan manjernya sebagai tersangka dugaan menyediakan tari stripstis atau tarian telanjang belum dapat memberikan keterangan. “Masih belum ya. Saya belum ada tanggapan apa-apa. Ini juga masih di Polda,”ujarnya saat dihubungi melalui ponselnya.

Disinggung mengenai langkah yang diambil, dia enggan berkomentar dan menyebut masih melakukan koordinasi dengan lawyernya. “Masih belum saya pikirkan. Saya masih konsultasi dengan lawyer kami dulu ya,”pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

 

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *