Gelar Pra Rekonstruksi, Belasan Saksi Perankan 61 Adegan

Ponorogo, Koranmemo.com – Misteri kematian Mulyono (35) warga Dukuh Warung RT 02 RW 02 Dukuh Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, yang yang tragis, Sabtu (3/2) malam, semakin membuat Polres Ponorogo penasaran. Tak puas akan hasil otopsi jenasah pada Rabu (8/2), penyidik Sat-Reskrim melakukan pra-rekonstruksi di lokasi kejadian di Dukuh Krajan RT 02 RW 01 Desa Bediwetan Kecamatan Bungkal, Jumat (2/3).

Pra-rekonstruksi dimulai dari rumah korban hinggga lokasi penemuan jasad korban di depan rumah Marolih (42), warga Dukuh Krajan RT 02 RW 01. Sebanyak 17 saksi yang dihadirkan penyidik untuk memerankan 61 adegan.

Kanit 1 Sat-Reskrim Polres Ponorogo, Ipda Tidar Laksono mengatakan, dari hasil pra-rekonstruksi ini menemukan fakta baru, yakni adanya kejanggalan dari keterangan yang diberikan saksi dari warga.

Hal ini, lantaran tidak satu pun dari saksi yang dihadirkan mengetahui siapa yang mengikat korban. Padahal, saat kejadian banyak orang yang mengrumuni korban.

“Ada kejanggalan, fakta baru ada beberapa yang kami dapati dan itu akan menjadi dasar kami untuk mengungkap kasus ini. Saksi yang kami hadirkan ini dari unsur keluarga korban dan warga,” ujarnya.

Tidar akan kembali melakukan rekonstruksi kedua dalam waktu dekat. Dia berharap, rekonstruksi jilid dua akan mengungkap pelaku pembunuh Mulyono. “Sekarang ini, kami belum tahu siapa pelakunya,” ungkapnya.

Sementara  itu, Kuasa Hukum Keluarga korban Mulyono, Didik Ariyanto, menuding warga sengaja menyembuyinkan identitas pelaku atau yang mengikat korban. Ia pun mendesak Polres untuk bertindak cepat dalam mengungkap kasus ini.

“Masa korban yang tewas mengikat kakinya sendiri? Kan aneh. Pasti pelaku disembunyikan. Kami minta Polres cepat mengungkap pelakunya,” pungkasnya.

Reporter: Zainul Rochman

Editor: Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date