Gelar Operasi Patuh Semeru 2018, Kapolresta : Fokuskan Penindakan

Sidoarjo,  koranmemo.com – Menjelang bulan Ramadhan dan arus mudik Lebaran Idul Fitri 2018, Polresta Sidoarjo memperhatikan jalur-jalur khusus rawan macet dan kecelakaan. Selain itu, petugas akan memberikan penindakan tegas dan peringatan kepada pengguna jalan yang tidak patuh.

Hal tersebut akan dilakukan selama 14 hari kedepan. Dalam Ops Patuh Semeru 2018, Polresta akan memfokuskan dalam hal penindakan dan memetakan jalur-jalur rawan macet dan rawan kecelakaan.Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan, ada beberapa titik rawan macet di Sidoarjo uang menjadi perhatian khusus.

“Di Sidoarjo, titik rawan macet ada di Jalan Raya Taman, Jalan Raya Waru, dan Jalan Pahlawan. Di Taman kerap macet karena jalur utama Surabaya Mojokerto yang padat itu banyak aktivitas keluar masuk perusahaan plus banyak jalur putar balik,” ucapnya usai gelar pasukan Ops Patuh Semeru 2018 di halaman Mapolresta Sidoarjo. Kamis, (26/4/2018).

Raya Waru, kata Himawan, kemacetan biasa terjadi karena volume jalur Surabaya Sidoarjo yang semakin padat lantaran ada keluar masuk bus dari Terminal Purabaya, serta banyaknya aktivitas keluar masuk perusahaan, dan tingginya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan lebar jalan.

Di jalan Pahlawan, tambah Alumni sekolah perwira polisi tahun 1995 ini, kepadatan terjadi akibat banyaknya pertokoan, perkantoran, sekolah, dan sejumlah pusat perbelanjaan di sana.

Fokus lain yang menjadi sasaran utama polisi adalah kawasan rawan kecelakaan. Di Sidoarjo, titik rawan itu terdapat di Jalan Sidorejo Krian dan jalan Raya Balongbendo. Kerawanan di Sidorejo terjadi karena banyaknya kendaraan yang nekat melawan arus, minimnya rambu-rambu, serta kondisi jalan yang banyak gelombang alias rusak.

Di Jalan Balongbendo yang merupakan Jalur Utama Sidoarjo-Mojokerto, kerawanan kecelakaan lalu lintas terjadi lantaran ada penyempitan jalan, median jalan yang lebih tinggi, minimnya penerangan jalan, banyak kendaraan melintas, serta banyaknya kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

“Dalam operasi kali ini, petugas akan lebih banyak melakukan penegakan hukum untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Porsinya, penindakan tegas sebanyak 80 persen dibanding peringatan,” lanjut Kapolresta Himawan.

Yang menjadi target operasi adalah pelanggar lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Seperti mengemudi menggunakan HP, berboncengan lebih dari dua, sabuk keselamatan, kendaraan tidak layak jalan, kelengkapan kendaraan, dan sebagainya.

Lokasi rawan pelanggaran lalu lintas di Sidoarjo yakni Raya Medaeng hingga Jalan Raya Taman sepanjang 3 kilometer, Jalan Raya Waru khususnya di jembatan layang, dan jalan Raya Porong persisnya di exit tol adan arteri Porong.

Sebanyak 100 orang personil akan dikerahkan. Selain petugas kepolisian, operasi ini juga didukung oleh personil TNI, Satpol PP dan petugas Dishub Sidoarjo.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date