Gelapkan Mobil, Caleg Dijebloskan Bui

Blitar, koranmemo.com – Diduga untuk modal menjadi calon legislatif (Caleg), seorang berinisial Ynr (25) warga Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar nekat melakukan penipuan dan penggelapan kendaraan Honda CRV milik Rizqi Mahendra (31), warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Pelaku yang diduga telah sering melakukan aksi penipuan dan penggelapan ini ditangkap unit reserse Polres Blitar Kota setelah bersembunyi di apartemen di Surabaya. Kini guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku langsung diamankan di Mapolres Blitar Kota guna proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Heri Sugiono SH MH mengatakan, pelaku ditangkap di Surabaya. ” Barang bukti yang diamankan yakni 3 lembar cek dan satu unit mobil grand livina, ” ungkapnya, Selasa (12/02).

Dijelaskan, peristiwa penipuan itu bermula ketika Rizqi hendak menjual Honda CRV miliknya. Mobil itu merupakan harta miliknya yang masih tersisa di Palu setelah tejadi bencana tsunami pada Oktober 2018 lalu. Ketika itu, Rizqi sedang mengerjakan sebuah proyek di Palu.

Setelah terjadi bencana tsunami, Rizqi memilih kembali ke Surabaya, Jawa Timur. Dirinya meninggalkan mobilnya di Palu. “Proyek saya ikut hancur diterjang tsunami. Lalu saya pulang ke Surabaya,” ujarnya.

Selanjutnya, pada November 2018, Rizqi bertemu dengan Ynr. Rizqi menceritakan musibah yang dialaminya di Palu ke Ynr. Rizqi dan pelaku sudah saling kenal sejak 2017. Mereka saling kenal karena sama-sama penghobi musik.

Rizqi juga bercerita ke pelaku soal niatnya menjual mobilnya yang masih berada di Palu. Rizqi menawarkan mobilnya dengan harga Rp 245 juta. Setelah mendengar cerita itu, Ynr berniat membeli mobil Rizqi. Malah Ynr akan menanggung biaya pengiriman mobilnya dari Palu ke Blitar. “Awalnya saya berfikir dia baik, mau membiayai sendiri biaya pengiriman mobil dari Palu ke Blitar,” kata Rizqi.

Pelaku memang menanggung biaya pengiriman mobil dari Palu ke Kota Blitar. Setelah mobil datang, Rizqi menyerahkannya ke pelaku. Mobil diserahkan di tempat cuci mobil, Jl Kenari, Kota Blitar awal Desember 2018. Rizqi juga menyerahkan BPKB mobil ke Ynr.

Setelah itu, Rizqi dan Ynr membuat perjanjian jual beli mobil dengan harga Rp 245 juta. Rizqi menerima cek pembayaran mobil dari pelaku nilai Rp 200 juta. Tetapi, Rizqi kaget saat hendak mencairkan cek itu. Pihak bank menolak pencairan cek karena saldo tidak cukup. Rizqi berusaha mengklarifikasi hal itu ke pelaku. Tetapi nomor ponsel sudah tidak bisa dihubungi.

“Saya juga sudah mencari ke rumahnya di Pakunden, Kota Blitar, tapi kosong. Orang tuanya juga tidak ada. Saya juga kenal dengan orang tuanya,” katanya.

Karena merasa ditipu, Rizqi akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Blitar Kota. Dia juga sudah membuat somasi sebanyak dua kali ke pelaku. Dia berharap polisi segera mengusut kasus itu. “Informasinya saat ini dia sedang jadi caleg (calon legislatif) di Kota Blitar. Tapi sikapnya seperti itu,” ujarnya.

Terkait hal ini, kasusnya masih dalam penyidikan. Kalau soal terlapor jadi caleg apa tidak saya kurang tahu. Di laporan disebutkan terlapor pekerjaannya wiraswasta.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date