Gasak Motor Teman,  Dibekuk di Warkop

Tulungagung, koranmemo.com – Ibarat pagar makan tanaman, pepatah tersebut pantas disematkan kepada Fitroh Rozikin (24) warga Desa Selorejo Kecamatan Ngunut. Bagaimana tidak, pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap tersebut mencuri sepeda motor Honda Tiger AG 2238 RBT milik temannya sendiri, Ilyas Dian Nabawi saat sholat Jumat di masjid Baitul Mabub setempat pada Jumat (28/12).

Mengetahui korban kebingungan mencari sepeda motornya, tersangka sempat bersimpati. Bahkan membantu melakukan pencarian. “Tersangka berhasil diamankan seminggu berselang di sebuah warung kopi (warkop) desa setempat pada Jumat (4/1) sekitar pukul 14.30 WIB,” tegas Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana melalui Kasi Humas Aiptu Narno.

Narno mengatakan, terungkapnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut bermula saat korban melapor ke Polsek Ngunut seusai melaksanakan salat Jumat (28/12). Dalam laporannya, korban mengaku jika sepeda motor Honda Tiger yang di parkir tak jauh dari masjid Baitul Mabub sudah tidak ada di tempat.

“Berdasarkan laporan tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Dilanjutkan, informasi hilangnya sepeda motor korban tersebut ternyata cepat menyebar keteman-temannya. Kemudian pada sore harinya, salah satu teman korban mengetahui sepeda motor tersebut berada di parkiran Rumah Sakit (RS) Era Medika Ngunut.

“Saat itu teman korban sedang menjenguk keluarganya. Setelah mengetahui motor tersebut ada di parkiran, ia langsung memberitahu korban,” ujarnya.

Mendapat informasi tersebut lanjut Narno, petugas dan korban langsung mendatangi RS Era Medika. Setibanya di lokasi ternyata benar, sepeda motor tersebut adalah milik korban yang dilaporkan hilang.

“Untuk memastikan siapa orang yang telah menitipkan motor tersebut, petugas langsung memeriksa CCTV yang terpasang di lokasi,” jelasnya.

Setelah kamera CCTV diputar ulang, sontak korban kaget karena pria yang menitipkan sepeda motor tersebut ternyata adalah Fitroh Rozikin yang tak lain adalah teman sekaligus tetangganya.

 Yang lebih membuatnya tidak percaya, sesaat setelah sepeda motornya hilang tersangka sempat bersimpati kepada korban. “Setelah bukti-bukti yang diperoleh cukup kuat, tersangka kita amankan seminggu setelah kejadian di sebuah warkop,” ungkapnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku telah merencanakan pencurian tersebut. Sebelum berangkat salat Jumat, tersangka sudah menyiapkan kunci T untuk mencuri motor korban.

“Jadi targetnya ya hanya motor milik korban. Rencananya akan dijual, tetapi keburu tertangkap,” imbuhnya.

Masih menurut Narno, tersangka juga mengaku baru sekali melakukan pencurian tersebut. Ia juga mengaku menjalankan aksinya hanya seorang diri.

Narno menambahkan, kini petugas masih melakukan penyidikan kasus tersebut. Petugas juga tengah melengkapi berkas-berkas tersangka untuk pelimpahan ke kejaksaan.

“Tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tukasnya.

Reporter Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date