Gasak Emas Seberat 47 Gram IRT asal Malang Diamankan

Trenggalek, koranmemo.com – Di era modern seperti saat ini, modus penipuan kian beragam. Bahkan tak sedikit para pelaku nekat melancarkan aksinya secara terang-terangan. Seperti yang dilakukan Sunarti (40) warga RT 01/13 Desa Polaman, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ibu rumah tangga (IRT) itu berhasil mengelabui Misriah warga RT 13/06 Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Berdalih meminta uang untuk berobat anak korban, Sunarti berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga milik Misriah. “Pelaku datang ke rumah korban dan mengaku sebagai teman anak korban yang sedang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW),” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, dalam press rilis di Mapolres Trenggalek, Rabu (10/10).

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut Didit, untuk meyakinkan korban, dia mengaku sebagai teman anaknya yang saat ini bekerja sebagai TKW. Kepada korban, IRT itu mengatakan jika anak korban tengah hamil dan membutuhkan biaya untuk persalinan. “Pelaku saat itu mengatakan kepada korban jika anaknya (korban,red) yang bekerja di Taiwan tengah hamil dan membutuhkan biaya,” imbuhnya.

Saat itu, Sunarti meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan untuk membelikan obat anaknya yang diakukan sedang hamil. Karena tak memiliki uang, korban terpaksa menyerahkan sejumlah perhiasannya seberat 47 gram. “Kemudian korban memberikan perhiasan itu dengan maksud agar dicairkan untuk keperluan membeli obat anak korban,” kata Kapolres.

Saat mengambil sejumlah perhiasan itu, diam-diam Sunarti juga mengambil ponsel milik korban. Misriah tersadar tertipu setelah korban mengetahui ponselnya sudah tidak berada ditempatnya. “Pelaku sempat ditunggu korban hingga pukul 18.00 WIB setelah membawa sejumlah perhiasan itu. Pelaku datang ke rumah korban pada Selasa (2/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Lama ditunggu pelaku tak kunjung kembali, sadar ditipu korban menempuh jalur hukum,” jelasnya.

Didit menambahkan, pelaku dapat diamankan petugas di rumahnya, Selasa (9/10) sekitar pukul 02.00 WIB. Kepada petugas, Sunarti mengaku sudah menjual perhiasan itu dan membelikan sebuah motor nopol N 3086 EES seharga Rp 14 juta. Selain itu, petugas juga menyita beberapa barang bukti lainnya seperti sebuah ponsel milik korban dan uang Rp 350 ribu yang diduga merupakan sisa hasil penjualan. “Pelaku dikenakan pasal 362 dan 378 KUHP tentang pencurian dan atau penggelapan dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara,” pungkasnya.

Kepada petugas, Sunarti mengaku memilih sasaran korban secara acak. Sebelum melancarkan aksinya dia mengaku terlebih dahulu mencari informasi di sekitar rumah korban. “Saya tidak mengenal korban. Saya sebelumnya tahu kalau anak korban sebagai TKW dengan bertanya-tanya pada tetangganya. Tahunya dari tetangganya,” kata Sunarti sembari sesekali mengusap air matanya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date