Gas Melon Menghilang, Warung Terancam Gulung Tikar

Nganjuk, koranmemo.com – Tiga hari terakhir, gas elpiji (LPG) 3 kilogram atau kerap disebut gas melon menghilang dari pasaran. Hal ini membuat Agung DC (40) warga Jalan Jaksa Agung Suprapto 67 Kelurahan Kauman Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, kelimpungan.

Usaha sate kelinci dan rica-rica, yang dirintis Agung sejak dua tahun lalu terancam gulung tikar. Dia tidak bisa berbuat banyak jika gas melon itu menghilang. Pasalnya, sate kelinci yang dijualnya itu dipanggang di atas bara batu dari pengapian elpiji.

“Sudah tiga hari ini warung saya tutup. Saya sudah cari ke mana-mana, tapi tak menemukan gas melon. Padahal jelang lebaran seperti ini biasanya warung saya ramai,” keluh Agung.

Menurutnya, dipilihnya elpiji sebagai bahan bakar ini dikarenakan praktis. Sebab, selama ini rasa khas sate kelinci maupun rica-rica dari pembakarannya di atas bara batu. “Saya tidak pake arang karena lebih mahal, dan tidak efisien,” ujarnya.

Jikalau sampai saat lebaran gas melon ini tetap sulit didapatkan, kata Agung, dia bakal kehilangan Rp 1 juta rupiah perhari. “Omset kotor saya tiap hari antara tujuha ratus ribu sampai satu juta rupiah saat musim mudik lebaran seperti ini,” bebernya.

Dia berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan elpiji ini. Apabila tidak segera diatasi, tidak menutup kemungkinan usahanya akan gulung tikar. “Jika warung tutup karena tidak ada elpiji, terus keluarga saya mau makan apa. Saya mohon kebijakan pemerintah dalam pendistribusian elpiji ini diperlancar,” pungkasnya.

Editor : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date