Gara-gara Petasan, Babak Belur Dihajar Dua Preman Bertato 

Blitar, koranmemo.comGara-gara mengingatkan agar tidak membunyikan petasan, Suliadi (43) warga Dusun Cungkup Rt. 03/02 Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, babak belur dihajar dua preman. Diduga kuat kedu pelaku saat peristiwa sedang mabuk.

Polisi akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku yakni Maryono (18) warga Dusun Cungkup Rt 03/02 Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar dan Andik Heriawan (27) warga Dusun Turus Rt 42/11 Desa Trenyang Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha SIk melalui Kasubag Humas Iptu M Burhanudin SH mengatakan jika pelaku berhasil ditangkap dan saat ini masih dalam proses penyidikan. ” Pelaku saat itu habis pesta miras, dan marah saat ditegur korban karena membunyikan petasan, ” ujarnya, Minggu (09/06).

Berawal saat Sabtu (8/6) 20.15 WIB, korban mendengar suara ledakan petasan berulang kali di depan rumahnya,  lalu keluar rumah dan menegur kedua pelaku yang sedang membunyikan petasan dengan kata-kata kalau bunyikan petasan jangan di situ, mengganggu tetangga.

Sontak perkataan itu membuat pelaku yang mabuk langsung marah dan menjawab orang tua tidak bisa dihormati. “Kemudian korban mendekati kedua pelaku yang berada dibseberang jalan, lalu berkata (arep ngesruh nek kene piye) “mau bikin ribut di sini ya”  karena tidak terima perkataan korban, lalu pelaku 1 memukul korban sebanyak 1 kali dengan tangan kanan  menggunakan alat  berupa siung babi, mengenai pipi kiri.”

Kemudian korban berusaha menghindar menjauh,  namun pelaku 2 mendekati korban sambil memegangi tangan kanannya, supaya korban tidak bisa membalas, pelaku 1 mendekati korban lagi dan melakukan pemukulan sebanyak 4 kali, mengenai muka korban, setelah korban bisa lepas dari pegangan pelaku, langsung lari masuk ke dalam rumahnya. Pelaku 1 masih berteriak teriak mendekati rumah korban namun dihalangi oleh pelaku 2.

” Akibat kejadian tersebut korban mengalami robek pada pipi sebelah kiri, memar pada dahi dan hidung, barang bukti antara lain 1 (satu) Buah kaos milik korban,1 (satu) buah taring babi, 1 (satu) buah Akik monel bermotif tengkorak,” imbuhnya.

Dijelaskan jika kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

 Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date