Gara-gara Ini, Tiga Bacaleg Mundur

Tulungagung, koranmemo.com – Sebanyak tiga bakal calon legeslatif (bacaleg) mengundurkan diri. Mereka lebih mengutamakan pekerjaan sebagai tenaga kontrak di RSUD dr Iskak. Hal itu terungkap setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menverifikasi Daftar Caleg Sementara (DCS).

Ketiga bacaleg tersebut Siswo Andono warga Desa Samir Kecamatan Ngunut yang merupakan bacaleg nomor urut tiga dari partai Golkar daerah pemilihan (dapil) II. Dewi Pratiwi Nursyaidah warga Desa Notorejo Kecamatan Gondang bacaleg nomor urut lima PBB dapil II,  dan Arivo Yunus Prasetyo warga Desa Suruhan Kidul Kecamatan Bandung bacaleg nomor urut tiga PBB dapil IV.

“Surat pengunduran diri ketiga bacaleg tersebut telah kami terima,” kata Komisioner KPU yang juga sebagai koordinator Divisi Hukum Agus Safei.

Dikatakan, pengunduran diri bacaleg merupakan hak pribadi dari masing-masing bacaleg. Menurutnya, selama proses pengunduran diri sesuai dengan prosedur yang ada maka pihaknya tidak akan mempermasalahkan hal tersebut. “Selain surat pengunduran diri, mereka juga membawa surat keterangan dari parpol pengusung,” jelasnya.

Agus melanjutkan, surat pengunduran diri ketiga bacaleg tersbut nantinya akan dibawa dalam rapat pleno penetapan DCT pada 20 September mendatang. Hal ini untuk melihat apakah keterwakilan 30 persen bacaleg perempuan akan terpengaruh dengan mundurnya salah satu bacaleg perempuan tersebut.

“Kalau dilihat dalam DCS di dapil 2, PBB mendaftarkan 3 bacaleg perempuan dari enam bacaleg. Artinya tidak berpengaruh,” jelasnya.

Agus menambahkan, selain membahas tiga surat pengunduran diri bacaleg yang telah diterimanya, pihaknya juga akan membahas hasil rekomendasi laporan masyarakat terkait dua bacaleg selama masa tanggapan masyarakat kemarin.

“Kemarin kan ada dua bacaleg yang dilaporkan masyarakat yakni dari partai Golkar dan PDIP,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (PBB) Tulungagung Nanang Rohmad membenarkan jika dua bacalegnya telah mengundurkan diri. Tak hanya itu, dua bacaleg tersebut juga melepaskan dari keanggotaan PBB.“Kami sangat memahami, hal ini menurut saya adalah hal yang wajar,” katanya.

Adapun alasan dari mundurnya kedua bacaleg tersebut lanjut Nanang, karena keduanya berstatus sebagai pegawai kontrak di salah satu rumah sakit di Tulungagung. Dengan berbagai pertimbangan, keduanya memilih berkarier di rumah sakit berplat merah itu.

Reporter Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date