Gara-gara Ini, Oknum Wartawan Online Diamankan Polresta Sidoarjo

Sidoarjo, koranmemo.com – SM alias Ade terpaksa harus berurusan dengan Polresta Sidoarjo, karena diduga melakukan pemerasan pada salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Sidoarjo.

Perkara yang menyeret pria 33 tahun ini, dibeberkan oleh Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji dalam rilis yang digelar di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (28/6/2018).

Menurut Kapolresta, warga Wonokromo Surabaya ini diduga telah memeras pengelola X2 Karaoke, tempat hiburan yang beroperasi di Ruko Taman Pinang Indah, Sidoarjo.

Saat ini, kejaksaan sudah menyatakan bahwa kasus ini sudah P21 alias sempurna.

“Selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap II, agar segera disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo,” tambah Akpol lulusan 1995 itu.

Himawan menyebut, pihaknya memproses dan menahan tersangka ini bukan karena profesinya sebagai wartawan di media online, tapi karena tindak pidana yang telah dilakukan.

“Pemeriksaan oleh penyidik belum mengarah ke pemberitaan yang dilakukan tersangka. Melainkan, perilaku tersangka secara pribadi terkait kasus pemerasan yang dilakukan melalui percakapan di WA, yang meminta uang Rp 15 juta,” urainya.

Diceritakan, perkara ini bermula dari viralnya berita online beberapa waktu lalu. Berita itu menyebut jika tempat karaoke X2 bisa dijadikan tempat mesum. Ade, disebut sebagai pembuat berita yang sempat menjadi viral tersebut.

Sempat ada pertemuan antara tersangka dengan perwakilan dari X2 karaoke. Namun tidak terjadi kesepakatan dalam pertemuan tersebut, karena pihak X2 menyatakan bahwa gambar dalam foto tersebut bukan di X2 karaoke.

Kemudian tersangka mengajak negoisasi lagi pengelola X2 melalui pesan WA. Dalam negosiasinya, tersangka meminta uang Rp 15 juta untuk tiga media agar foto asusila itu tidak disebar atau diberitakan.

Permintaan itu tidak dihiraukan oleh pengelola X2. Beberapa waktu kemudian, tersangka mengirimkan link media online berisi foto dan tentang purel X2 yang bisa lepas celana dengan upah Rp 2.000.

“Merasa bahwa foto itu bukan di X2 tapi telah tersebar di sejumlah media yang menyebut itu di X2, pihak pengelola tempat hiburan kemudian melapor ke Polresta Sidoarjo,” kata Himawan.

Dan setelah dilakukan penyidikan, ternyata foto itu diambil seorang pelanggan D’TOP dengan handphone, yang dibagi ke temannya dan kemudian tersebar hingga didapat oleh tersangka.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 45 ayat 3 junto pasal 27 ayat 3 dan atau pasal 45 ayat 4 junto pasal 27 ayat 4 UURI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UURI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan atau pasal 310 ayat 2 KUHP dan atau pasal 311 KUHP.

Dalam penyidikan perkara ini, Satreskrim Polresta Sidoarjo juga sempat berkordinasi dengan Dewan Pers. Hasilnya, keluar rekomendasi agar kasus ini diproses di luar Undang-undang Pers.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M. Harris mengungkapkan, penyidik sudah mengantongi dua alat bukti yang menguatkan perbuatan pelaku. Sejumlah pihak, lanjutnya, juga telah dilibatkan sebelum mengambil keputusan. “Jadi, proses hukumnya sudah dijalankan sesuai prosedur,” ucap polisi dengan satu melati di pundak tersebut.

Lulusan Akpol 2005 itu mengaku pernah berkoordinasi dengan dewan pers. Dalam kesempatan tersebut pihaknya meminta pertimbangan. Sebab, ada UU yang mengatur kebebasan pers. “Dewan pers merekomendasikan adanya proses hukum diluar undang-undang pers,” tuturnya.

Hasil penyelidikan petugas menemukan fakta lain. Lokasi tempat karaoke itu tidak sesuai dengan tempat yang diberitakan. Polisi justru mendapat laporan dari manajemen tempat hiburan yang merasa dirugikan isi berita.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date