Gara-gara Ini, Napi Gantung Diri di Kamar Mandi Rutan

Trenggalek, koranmemo.com – Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Trenggalek ditemukan tewas, Selasa (14/5). Narapidana kasus penipuan yang baru dilayar 11 Januari 2019 itu tewas gantung diri di ruang karantina, tepatnya di Blok C nomor 15. Ditengarai narapidana asal Kabupaten Blitar itu memilih mengakhiri hidupnya karena diduga terlilit masalah hutang piutang.

Sebelumnya narapidana yang diketahui adalah Wiji Setiawan (31) merupakan WBP asal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Tulungagung. Ia dilayar di Rutan Klas II B Trenggalek pada awal tahun. “Januari lalu baru dilayar dari Lapas Tulungagung,” kata Gulang Rinanto, Kepala Keamanan Rutan Klas II B Trenggalek kepada Koranmemo.com saat dikonfirmasi.

Narapidana yang ditemukan tewas gantung diri itu, lanjut Gulang Rinanto, dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul. Namun dibalik itu ditengarai ia memiliki masalah pribadi dengan seorang narapidana yang sebelumnya terlebih dahulu juga di layar di Rutan Klas II B Trenggalek. Sebelumnya mereka sama-sama menghuni Lapas Klas II B Tulungagung. “Diduga soal utang-piutang,” imbuhnya.

Gelagat Wiji Setiawan mengalami depresi itu terlihat saat ia melakukan percobaan bunuh diri pada 7 Mei lalu. Diketahui sebelumnya ia mencoba bunuh diri dengan menelan deterjen sehingga harus dilarikan ke RSUD Dokter Soedomo Trenggalek untuk menjalani perawatan selama tiga hari. “Pernah sebelumnya menelan deterjen, nyawanya terselamatkan. Kemudian ia gantung diri,” jelasnya.

Tewasnya seorang WBP itu pertama kali diketahui oleh beberapa rekan sekamarnya yang hendak masuk ke ruang karantina. Saat itu ia melihat Wiji Setiawan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan seutas tali dari robekan sarung melilit di lehernya. Kemudian mereka melaporkan kejadian itu kepada pihak Rutan. “Kejadian sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana.

Menurut Kasat Reskrim Polres Trenggalek, beberapa saat sebelum WBP itu ditemukan tewas, ia terlihat masih melaksanakan salat. Bahkan sebelumnya, dua temannya dalam satu kamar melaksanakan salat Ashar secara berjemaah. Pasca salat dengan para saksi, Wiji Setiawan masuk dalam kamar dan menutup pintunya. “Saat saksi masuk, korban sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis yang dilakukan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban murni meninggal dunia karena gantung diri. Selanjutnya jenazah Wiji Setiawan di bawa ke RSUD Dokter Soedomo untuk kemudian dibawa ke rumah duka.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date