Gara-gara Ini, Mantan Pelatih Mitra Kukar Terancam Dideportasi

Ponorogo, koranmemo.com – Mantan pelatih sepak bola Mitra Kukar, Lars Goran Stefan Hanson (60) diamankan Imigrasi Kelas III Ponorogo. Pasalnya, warga negara Swedia ini diketahui telah melampaui izin tinggal (over stay.red) dari batas waktu dalam paspor.

Dari data di Kantor Imigrasi kelas III Ponorogo, Lars diketahui telah over stay sejak 7 bulan lalu sesuai paspor nomor: 87286985. Lars sendiri diciduk petugas dari tempatnya menginap di Hotel Minang Kabupaten Pacitan, Kamis (5/10).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo Nazarrudin mengatakan, Lars diketahui telah melampui batas tinggal, sesuai ketentuan paspor, Lars hanya diizinkan tinggal hingga Pebruari 2017 lalu, namun kenyataanya pria yang masuk ke Indonesia sejak 27 Januari 2017 lalu ini memilih tinggal di Pacitan hingga kini.

” Kita dapat informasi dari tim pengawasan orang asing Pacitan terkait yang bersangkutan. Setelah kita cek tenyata benar over stay. Sudah berulang kali kita panggil tapi dia tidak datang, hari ini kita jemput paksa yang bersangkutan dari hotel,” ujarnya.

Nazaruddin mengaku, akibat ulahnya Lars bakal dijerat dengan pasal 78 Ayat (3) Undang undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman deportasi.” Kita jerat dengan pasal 73 ayat (3) undang undang keimigrasian, dengan hukuman deportasi ke negara asal dan tidak boleh kembali lagi ke Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Lars berdalih, Over Stay yang dilakukanya di Indonesia akibat minimnya dana untuk mengurus perpanjangan paspor. Pasalnya, hingga kini keinginanya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih klub bola belum terpenuhi.

” Saya pernah melatih Mitra Kukar, dan Persela Lamongan. Rencananya ini saya ingin melatih klub lagi, setelah habis kontrak kerja saya, namun belum dapat saya sudah dibawa ke Imigrasi,” dalihnya dengan Bahasa Inggris.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.