Gara-gara Ini, Kades Tarokan  Dilaporkan Istrinya ke Polres Nganjuk

Nganjukkoranmemo.com – Dengan membawa barang bukti screenshoot berita di salah sebuah media online serta barang bukti lainnya, Yatirah (40) warga RT 001/RT 013 Dusun Bukaan Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, mendatangi SPKT Polres Nganjuk, Sabtu (9/2).

Kedatangannya untuk melaporkan Supadi (40) Kepala Desa (kades) Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, yang juga suaminya lantaran telah menikah lagi dengan seorang gadis dari Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.

Yang membuat Yatirah nekad melapor, karena dalam pengurusan surat untuk menikah lagi itu, suaminya mengaku berstatus masih belum kawin dengan memudakan usianya. Padahal, selama menjalin rumah tangga mereka sudah dikaruniai dua anak perempuan.

Diketahui, sebelumnya Kades Supadi pernah dua kali diadukan ke Polres Nganjuk dan dilaporkan ke Polda Jatim. Kasusnya sama, yakni dugaan pemalsuan dokumen kependudukan sebagai persyaratan nikah.

Saat menikah, Kades Supadi diduga menggunakan surat keterangan untuk nikah No. 474.2/15/418.99.02/2019 yang ditandatangi Woko Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Selain itu, dia juga diduga membuat KK dan KTP palsu beralamat di Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan.

Sesuai format laporan kejadian nomor : LP/B/09/II/2019/Jatim/Polres Nganjuk disebutkan, sekitar bulan Nopember 2019 sekitar pukul 11.00 WIB, diduga telah terjadi tindak pidana pemalsuan surat. “Awalnya pelapor mendapat info jika di media online ada berita suaminya menikah lagi,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Senin (11/2/2019).

Mendengar kabar tersebut, lanjut Sudarman, pelapor mengeceknya di media online dan menemukan berita jika suaminya (Kades Supadi) menikah lagi di wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. “Saat itu juga pelapor bertanya kepada suaminya, dan suaminya mangakui telah memalsukan identitas untuk menikah lagi,” paparnya.

Tidak terima akan hal itu, akhirnya kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan ini dilaporkan ke SPKT Polres Nganjuk. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami juga sudah memeriksa beberapa orang saksi,” jelas mantan Kapolsek Loceret ini.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date