Gara-gara Hutang Piutang, Siswa MI Diduga Diculik

Lumajang, Koran memo.com-Satreskrim Polres Lumajang menangkap tiga tersangka penculikan anak di bawah umur. Korbannya M. Saiyem (11), pria siswa MI asal Dusun Timur Sawah, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh,  Lumajang.

Para tersangkanya, TY (35) dan ABP (41) ditangkap di Kabupaten Karangayar, tepatnya di perbatasan dekat Solo, Jawa Tengah. Tersangka TR (34) ditangkap di depan SPBU Jl. Sukarno Hatta, Desa Kutorenon, Kecamatan. Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Penangkapan pelaku dilakukan sepuluh personel Unit Resmob Sat Reskrim Polres Lumajang yang dipimpin oleh Ipda Agus (Kanit Pidum).

Penculikan Saiyem, diduga dilatarbelakangi permasalahan hutang piutang, antara Rozi (orang tua korban) dengan para tersangka. Karena Rozi diduga tidak mau menemui para tersangka, akhirnya Saiyem “diculik” sebagai jaminan korban bisa membayar hutang sebesar Rp 35 juta.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Roy A Prawirosastro, mengungkapkan, pada Selasa (20/2) datang orang-orang Solo atau Karanganyar ke rumah Rozi. “Tujuan mereka itu menagih hutan ke Rozi,” kata Roy, saat rilis media di Kantor Polres, Sabtu (24/2).

Namun Rozi rupanya tidak mau menemui para penagih. Akhirnya, Saiyem diajak untuk mencari orang tuanya. Namun anak itu juga dikembalikan ke rumahnya.

Pada Rabu (21/2), Rozi merasa kehilangan anaknya, melaporkan Polres Lumajang. Unit Resmob pun melakukan pengejaran orang-orang yang diduga menculik anaknya.

Pada Kamis (22/2) sekitar pukul 04.00 WIB,  Resmob menangkap dua di Kabupaten, Karangayar dan dan satu lagi di depan SPBU Kecamatan Sukodono, Lumajang.

“Tiga prua yang diduga melakukan penculikan kini masih diperiksa,” ujar Roy.

Reporter : Abd Halim, Sp

Editor: Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date