Gangguan Pendengaran 32 Tahun Pulih Dengan 4 Kali Terapi

Jombang, Koran Memo – Mengalami gangguan pendengaran telinga, tentu saja membuat aktivitas terganggu. Apalagi gangguan pendengaran tersebut telah diderita selama 32 tahun. Kondisi seperti ini dialami oleh Nafik, pasien asal Desa Sri Rande Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan.

Pendengaran Safik diuji di depan para peserta edukasi (agung/memo)
Pendengaran Safik diuji di depan para peserta edukasi (agung/memo)

Nafik yang sehari-hari bekerja di tambak udang dan bandeng, bertambah risih karena tidak hanya telinga kirinya saja yang tidak bisa mendengar. Belakangan, telinga kananya juga mengalami penurunan fungsi juga.”Yang kiri sejak lahir, sehingga mengandalkan telinga kanannya saja. Namun sedikit demi sedikit yang kanan juga mulai mengalami gangguan sehingga menggangu saat bekerja,” kata Supadi (31), kerabat Nafik, Sabtu (12/9).

Setelah itu, lanjut Supadi, keluarga membawa Nafik ke salah satu rumah sakit di Lamongan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, pihak rumah sakit menyarankan agar Nafik menggunakan alat bantu dengar.Karena merasa membutuhkan, keluarga akhirnya menuruti saran tersebut. Namun setelah memakai alat, ternyata Nafik malah merasa kurang leluasa saat bekerja. “Dia (Nafik) malah merasa terganggu kalau kerja. Akhirnya alat bantu pendengaran yang sudah dibeli, tidak dipakai,” tambah Supadi.

Sejak itu keluarga kembali memutuskan untuk mencari tempat pengobatan untuk Nafik. Setelah mencari informasi kesana kemari, akhirnya keluarga menemukan tempat peraktik Mr Masudin yang ada di Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro.Dengan mengendarai motor, Supadi membonceng Nafik untuk mencari alamat tersebut. Meski sempat kesulitan menemukan alamat, akhirnya sampai juga di tempat praktik Mr Masudin. “Daftar tahun 2014, ditangani satu tahun berikutnya,” seloroh Supadi.

Setelah sabar menunggu antrian satu tahun, Nafik akhirnya diterapi oleh Mr Masudin. Tidak langsung tuntas, Nafik usai menjalani terapi buka saraf, masih harus menjalani terapi musik untuk melatih telinga kirinya yang nyaris seumur hidupnya tidak bisa mendengar. “Dulu pasien Nafik ini sulit mendengar, juga sulit berbicara. Alhamdulillah pasca buka syaraf dan terus berlatih, kini Nafik sudah bisa mendengar. Tidak hanya itu, dia juga sudah mampu menyebutkan angka juga,” kata Mr Masudin.

Untuk terus melatih agar pasien Nafik bisa cepat bicara normal, Mr Masudin  meminta keluarga agar melatih Nafik melakukan kegiatan lari-lari kecil. “Terus dilatih dengan lari-lari kecil. Insya Allah bisa cepat pulih. Seperti saat ini, setelah menjalani  empat kali rangkaian terapi, Nafik semakin lancar mengucapkan angka,” pungkas Mr Masudin. (adv/agung pamungkas)

Follow Untuk Berita Up to Date