Gali Pondasi Proyek Fisik, Temukan Tulang Manusia

Pacitan, Koran Memo – Kabar horor, sempat menelisik sejumlah aparatur di Sekretariat Pemkab Pacitan. Menyusul ditemukannya tulang belulang manusia di belakang mushola. Penemunya adalah salah seorang pekerja proyek yang tengah menggali lubang untuk pemasangan pondasi kegiatan proyek fisik di SekretariatPemkab.

Lokasi tempat ditemukannya tulang manusia yang diatasnya sudah didirikan bangunan. (yuyun/memo)
Lokasi tempat ditemukannya tulang manusia yang diatasnya sudah didirikan bangunan. (yuyun/memo)

Saat penggalian memang sempat ditemukan serpihan tulang yang diduga milik manusia. Namun, lantaran takut, fenomena tak semestinya itu dibiarkan saja. Pekerja itu khawatir, kalau kabar tersebut tersiar kebanyak orang, akan mengganggu aktivitas kinerja.

“Saya takut kalau banyak pegawai tahu, mereka akan ketakutan. Makanya saya memilih diam dan melanjutkan aktivitas penggalian,” kata pekerja proyek yang meminta tidak disebutkan namanya itu, Kamis (21/5).

Penemuan tulang belulang tersebut memang dibenarkan sumber lainnya. Sri, salah seorang pekerja warung makan menuturkan, menurut ceritanya, zaman dulu, sebelum gedung perkantoran pemkab dibangun, lokasi tersebut konon pernah dijadikan tempat pemakaman umum (TPU). Tetapi seiring perluasan kota, makam itu akhirnya tergusur dan disulap menjadi bangunan perkantoran.

“Ceritanya seperti itu (bekas makam, Red). Tapi pastinya bagaimana, saya juga tidak begitu paham. Kabar tersebut dari orang tua,” ceritanya polos.

 Meski mendapati fenomena tak semestinya, sejumlah pegawai di Sekretariat Pemkab memang belum pernah menemukan hal-hal gaib. Seperti penampakan makhluk halus atau berita horor lainnya. Hanya saja, sempat beredar kabar, salah satu kendaraan bekas ambulan yang diparkir tak jauh dari lokasi ditemukannya tulang itu, sirinenya sempat menyala dan meraung jika malam hari.

Menyikapi hal tersebut, Kabag Administrasi Umum, Setkab Pacitan, Misranto, menginginkan ada informasi pasti dari pekerja yang sempat menemukan tulang manusia saat menggali lubang pondasi. Sehingga pihaknya bisa segera melakukan tindak lanjut, dengan menggelar doa selamatan atau ritual lainnya, agar proses renovasi gedung pemkab bisa berjalan lancar tanpa gangguan.

“Kami ingin mendengar cerita tersebut, langsung dari si pekerja. Agar segera kami ambil langkah dengan menggelar ritual atau doa selamatan,” katanya.

Mantan salah satu Kabid di BKD tersebut berharap agar peristiwa tersebut tidak memunculkan dampak apapun. Baik bagi pekerja proyek serta para aparatur yang kesehariannya menjalankan tugas. “Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya. (yun).

Follow Untuk Berita Up to Date