Galang Dana Bencana di Sulteng Bersama Omah Panji Kota Kediri

Kediri, koranmemo.com – Yayasan Omah Panji Kota Kediri melaksanakan Pameran Seni rupa dan serasehan untuk kalangan guru, siswa dan masyarakat umum se-wilayah Kediri Raya di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Kamis (11/10/2018).

Kegiatan yang terlaksana atas dukungan Kemendikbud Jakarta, Pemerintah Kota Kediri, Dinas Pendidikan Kota Kediri, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kabupayen/Kota Kediri, Disbudparpora Kota Kediri dan BNN Kota Kediri ini digelar sejak tanggal 10 Oktober s/d 14 Oktober 2018 dan diisi berbagai pameran karya seni meliputi Pameran lukis, pameran produk ekonomi kreatif, tampilan hiburan aneka seni budaya dari pelaku seni yayasan omah panji, teatrikal oleh Purnomo Kediri partisipasi para pelajar Kediri diantaranya SMK PGRI 1, SMAN 1, SMPN 1, SMK Bakti Wiyata, serta DR.Subardi Agan cs dari Komunitas Brantas, rekan seni  dari Tulungagung, Kandat dan siswa-siswa Sekolah Alam SAKA Wates Kediri.

Memantau, memeriahkan langsung jalannya kegiatan hari ini Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar, SH didampingi Kasi P2M Kompol DN.Indrawati, SH serta mahasiswa PKL dari IAIN Tulungagung, IAIN Kediri, Universitas Trunojoyo Madura, dimana dalam acara ini juga dilakukan penggalangan dana bagi korban bencana gempa dan tsunami palu, sigi dandonggala serta himbauan antinarkoba, Sebagai wujud kepekaan cintakasih dan kepedulian sosial terhadap sesama manusia.

Dalam bidang seni budaya dan industri kreatif (EKRAF), Pemerintah Kota Kediri selaku Pembina akan selalu suport untuk pengerahan siswa, sedangkan untuk bidang penganggaran Pemkot Kediri  mengupayakan dan menjanjikan akan mensuport untuk kegiatan YOP (Yayasan Omah Panji) di program-program mendatang.

Ketua Yasyasan Omah Panji Jamran S.Sn. diwakili DR.Gatut Lestari mengucapkan terimakasih kepada semua pihak Kemendikbud, Pemkot Kediri dan pendukung kegiatan yang satu diantaranya BNN Kota Kediri, berharap kerja sama bisa berkesinambungan demi perkembangan dan kemajuan Kota Kediri di bidang senibudaya dan pengembangan industri kreatif (EKRAF).

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date