Gagalkan Penyelundupan Benur, Polisi Amankan Dua Tersangka 

Trenggalek, koranmemo.comPolres Trenggalek berhasil menggagalkan pengiriman benur atau nener ilegal yang jumlahnya 30 ribu ekor jenis mutiara di Jalan Raya Trenggalek-Tulungagung tepatnya, di depan Polsek Durenan dan menangkap dua orang tersangka, Minggu (20/8) sekitar pukul 22.30 Wib.

Dua orang tersangka adalah Naiful Amri (34) berperan sebagai sopir warga RT 03 RW 04 Dusun Krajan Desa Sanan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung dan Muhamad Rosyid (32) berperan kurir warga RT 11 RW 02 Dusun Nglengkong Desa Karanganom Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Dony Adityawarman membenarkan penangkapan dua orang kurir yang akan melakukan pengiriman benur atau nener. Benur tersebut berasal dari perairan Popoh Tulungagung dan rencananya akan dikirim ke Yogyakarta yang pengirimannya melalui Trenggalek, Ponorogo, Wonogiri.

“ Benar, kami berhasil meringkus dua tersangka yang akan menyelundupkan benur di Yogyakarta ke inisial MR saat ini masih DPO. Barang bukti yang disita sebanyak 6 kardus dan dikemas dengan kantong plastik beroksigen. Masing-masing kerdus 19-21 kantong plastik dan satu kontong berisi 250 ekor benur dengan keseluruhan total 30 ekor benur atau nener jenis mutiara,” ungkap Dony Adityawarman.

Selain ribuan benur yang disita, lanjutnya, petugas juga mengamankan mobil Daihatsu Xenia AG 0641 GM yang dipergunakan tersangka untuk mengangkut dan mengirim benur yang tujuannya di Yogyakarta ke penadah.

Informasi yang didapat dari pihak kepolisian peristiwa itu berawal,  Polres Trenggalek melaksanakan razia ke sejumlah wilayah yang dianggap rawan. Petugas menemukan mobil yang mencurigakan dan begitu diperiksa ternyata di dalam mobil  Xenia berisi banyak kerdus dan isinya benur atau nener.

Kemudian petugas langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap dua orang di dalam mobil yang terdiri dari penumpang dan sopir.  Setelah diintrogasi keduanya mengaku, bahwa benur akan dikirim ke Yogyakarta di salah satu penadah yang berinisial MR yang sekarang DPO.

Di hadapn penyidik kedua tersangka mengaku, untuk yang Naiful Amri berperan menjadi sopir dengan upah atau ongkos dibayar Rp 200 ribu. Sedangkan Muhamad Rosyid sebagai kurir dengan bayaran yang diterima Rp 500 ribu.

Pelaku ditangkap karena melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan dan pemasaran tanpa dilengkapi SIUP.

“Untuk saat ini tersangka berikut semua barang bukti berupa 30 ribu benur, mobil dan uang tunai sebesar Rp 700 ribu diamankan ke Polres Trenggalek. Kedua tersangka karena melakukan tindak pidana tentang perikanan serta tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan dengan ancaman 6 tahun penjara,” pungkas Kapolres Trenggalek.

Reporter: Suparni PB
Editor: Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.