Gadaikan BPKB Tanpa Izin, Bekas Honorer Samsat Dipolisikan

Nganjuk, koranmemo.com – Tris (40) mantan petugas honorer Samsat Nganjuk, warga RT 02/RW 03 Dusun/Desa Jetis Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, harus menghadapi penyidik Polsek Warujayeng.

Ini setelah dia dilaporkan Riswanto (42) warga RT 04/RW 04 Lingkungan Bojan Kelurahan WarujayengKecamatan Tanjunganom,  Nganjuk, atas tuduhan penipuan dan penggelapan sebuah BPKB.

“Kejadian awalnya pada hari  Kamis, 12 Oktober 2017 sekitar pukul 21.30 WIB, dan baru dilaporkan pada hari Selasa, 5 Juni  2018 sekitar pukul 06.00 WIB ke Polsek Warujayeng,” kata Ipda Trubus Paur Humas Polres Nganjuk, Kamis (7/6) siang.

Trubus mengungkapkan, berdasarkan laporan polisi nomor : LP/18/VI/2018/Jatim/Res Nganjuk/Sek  Warujayeng, tertanggal 5 Juni 2018, tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan terlapor adalah menggadaikan BPKB milik korban ke sebuah koperasi.

Sedang modus operandinya,  korban minta tolong kepada pelaku untuk membayar pajak dan balik nama mobil Isuzu Elp nopol  AG 7106 VE miliknya ke Kantor Bersama Samsat Nganjuk. Waktu itu, pelaku menjanjikan jika BPKB akan jadi 3 bulan ke depan.

Namun setelah 3 bulan, BPKB tersebut tidak diserahkan. Bahkan ada petugas dari KSP YASPER Tarokan, Kediri datang ke rumah korban untuk meminta uang angsuran atas  pinjaman dengan jaminan BPKB miliknya. Saat itulah baru diketahui bahwa yang meminjamkan atau menjaminkan BPKB tersebut adalah pelaku.

“Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Warujayeng. Sampai saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” jelas Trubus.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Della Cahaya P

Follow Untuk Berita Up to Date